Breaking News:

Ambon Hari Ini

Keluarga Rebut Paksa Jenazah di RSUD Haulussy Ambon; Sakit Ginjal, saat Meninggal Divonis Covid-19

Pengambilan paksa Jenazah Covid-19 kembali terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy, Kota Ambon, Rabu (7/7/2021) hari ini.

Mesya Marasabessy
Pengambilan paksa jenazah Covid-19 di RSUD Haulussy Ambon, Rabu (7/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pengambilan paksa Jenazah Covid-19 kembali terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy, Kota Ambon, Rabu (7/7/2021) hari ini.

Pasien yang meninggal diketahui berinisial AO, warga Kayu Putih, Desa Soya, Ambon.

Keluarga pasien tak terima rumah sakit memvonis korban meninggal karena terpapar Covid-19. 

Menurut salah satu keluarga, mereka tidak percaya almarhum divonis demikian. Pasalnya, pasien tersebut mengidap sakit ginjal hingga diharuskan cuci darah setiap dua minggu sekali.

"Almarhum beberapa kali swab tes, tapi hasilnya tidak pernah positif. Tapi, setelah meninggal dunia baru pasien dinyatakan positif," kata Valen kepada TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: UPDATE 6 Juli: 3 Pasien Covid-19 di Maluku Dilaporkan Meninggal Dunia

Baca juga: Daftar 43 Kabupaten/Kota yang Terapkan PPKM: Jayapura Hingga Kota Ambon

Namun, setelah melalui mediasi dengan pihak rumah sakit, keluarga akhirnya setuju jenazah dikubur sesuai protokol.

Lanjut Valen, anehnya keluarga malah disuruh mengangkat dan memasukan jenazah ke dalam peti mati.

Mereka semakin tidak percaya lantaran tim medis meminta keluarga melakukan hal tersebut.

"Keluarga dihubungi pihak rumah sakit untuk mengangkat mayat dimasukan ke peti mati, akhirnya keluarga pun emosi dan mengamuk," cerita Valen.

"Kalau dia positif, kenapa pihak keluarga disuruh angkat jenazahnya?," lanjutnya.

Valen melanjutkan, pihak kepolisian sempat menghadang mobil angkutan umum yang akan membawa jenazah tersebut.

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIT.

"Kami pun kembali ke rumah sakit. Namun sampai pukul 10.00 WIT, tidak ada satu pun pihak rumah sakit yang datang untuk menjelaskan kepada keluarga jenazah," ujar dia.

Karena tak ada penjelasan tersebut, pihak kepolisian akhirnya membolehkan keluarga membawa jenazah korban. 

Terkait kejadian tersebut, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan terkait permasalahan tersebut. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved