Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Gelapkan Uang Nasabah, Dua Mantan Pegawai Bank Maluku Banda Neira Divonis Setahun dan 6 Tahun Bui

Dua mantan pegawai PT. Bank Maluku-Maluku Utara Banda Naira akan mendekam di penjara.

TribunAmbon/ Andi Papalia
Sidang kasua korupsi. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Dua mantan pegawai PT. Bank Maluku-Maluku Utara Banda Naira akan mendekam di penjara.

Keduanya terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.09 milliar.

Mereka adalah Mantan Kepala Cabang Pembantu PT. Bank Maluku-Maluku Utara Banda Naira, Aryani Katjong dan Pridayatni M. Supriyatna alias Yatni yang merupakan costumer service.

Baca juga: Richard Louhenapessy Pastikan Restoran dan Rumah Makan Tetap Beroperasi Selama PPKM

Mereka disebut bekerja sama membobol uang nasabah.

Namun, majelis menjatuhkan vonis berbeda kepada keduanya pada sidang putusan, Selasa (6/7/2021) lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Atamimi mengatakan, Aryani dituntut setahun penjara dan denda Rp. 300 juta.

Sedangkan, Pridayatni divonis enam tahun dan harus membayar uang pengganti sebesar Rp 1.093.775.582 subsider 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

“Aryani divonis setahun. Kalau Pridayatni divonis enam tahun penjara," jelas Attamimi saat dikonfirmasi, Rabu (7/7/2021).

Sebelumnya, Atmimi juga meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman berbeda kepada keduanya.

Yatni dituntut selama delapan tahun, sedangkan Aryani dituntut selama 1,6 tahun penjara.

Keduanya juga dituntut untuk membayar uang denda masing-masing sebesar Rp 300 juta, subside tiga bulan kurungan bagi terdakwa Aryani dan subsider enam bulan kurungan bagi terdakwa Yatni.

Keduanya disebut merugikan keuangan negara sebesar Rp. 1,213 miliar dan baru mengembalikan Rp. 120,2 juta. Sehingga, masih tersisa kerugian keuangan negara senilai Rp1.09 miliar.

Aryani dan kedua rekannya itu, menarik uang nasabah pada Kantor PT. BM Cabang Utama di Kota Ambon sebanyak 34 rekening dengan membuat kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Mereka membuat kartu ATM sendiri, lalu menarik uang nasabah melalui mesin ATM . (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved