Breaking News:

Ambon Terkini

Pasutri Penganiaayaan Anak Hingga Tewas di Ambon Dituntut Paling Tinggi 15 Tahun Penjara

Selain itu, keduanya juga dituntut untuk membayar denda masing-masing sebesar Rp 1 Miliar subside enam bulan kurungan.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pasangan Suami Isteri penganiayaan anak hingga meninggal di Kudamati berinisial EM dan MK dituntut bervariasi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), E.B. Leunupun.

Sang suami yakni terdakwa EM dituntut 14 tahun penjara sedangkan isterinya, MK dituntut 15 tahun penjara.

“Memohon majelis hakim menuntut terdakwa EM dengan pidana penjara selama 14 tahun dan terdakwa MK selama 15 tahun penjara,” kata Jaksa di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (1/7/2021) sore.

Selain itu, keduanya juga dituntut untuk membayar denda masing-masing sebesar Rp 1 Miliar subside enam bulan kurungan.

Sebelum membaca tuntutannya, Jaksa mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan.

Hal meringankan yakni, kedua terdakwa belum pernah di hukum, sedangkan hal yang memberatkan, akibat perbuatan kedua pasutri ini membuat korban meninggal dunia.

Baca juga: Formasi CPNS 2021 Bagi Penyandang Disabilitas di Kota Ambon, Ini Jumlah dan Syaratnya

Baca juga: Dua Anggota DPRD Ambon Terpapar Corona, Latupono; Harus Ditracking

Usai mendengar tuntutan Jaksa, Majelis Hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pledoi terdakwa.

Sebelumnya diberitakan, kedua terdakwa menganiaya anak di bawah umur pada tanggal 3 Oktober 2020 lalu.

Korban yang tinggal bersama kedua terdakwa di Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ini diduga selalu dipukul oleh kedua terdakwa.

Hingga mengakibatkan korban meninggal dunia kampung Halamannya di Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved