Breaking News:

Korupsi Dana Desa

Jaksa Sudah Kantongi Calon Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa Siri Sori Islam, Maluku

Kejari Ambon di Saparua telah mengantongi calon tersangka kasus penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Negeri Siri Sori Islam

TribunAmbon.com/Salama
Maluku - Kacabjari Saparua, Ardy membenarkan adanya kembali memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Tahun 2018-2019 senilai Rp 1,5 miliar. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM -  Kejaksaan Negeri Ambon di Saparua telah mengantongi calon tersangka kasus penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Maluku Tengah.

Kacabjari Saparua, Ardy memastikan pihaknya telah mengantongi calon tersangka dalam kasus tersebut.

Sayangnya, dia enggan membeberkan siapa orang yang terlibat dalam penyalahgunaan anggaran tersebut.

"Arahnya kesana sudah ada. Tapi perlu pendalaman lebih lanjut dalam tahap penyidikan untuk tahu siapa-siapa yang terlibat," kata Ardy.

Ardy menyebutkan, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan setelah pihaknya melakukan gelar perkara.

Baca juga: Politisi Partai Golkar Maluku Sudah Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Terancam 4 Tahun Bui

Baca juga: Kasus Korupsi Taman Kota Kepulauan Tanimbar – Maluku, Kejati Panggil Kepala Dinas Jumat Ini

Katanya, pihaknya memiliki alasan kuat untuk menaikan status dugaan korupsi penyalahgunaan dana desa itu ke tahap penyidikan.

"Kasus dinaikkan ke tahap penyidikan setelah tim penyidik menemukan adanya berbagai penyimpangan dalam pengelolaan anggaran,"ucap Ardy.

Ardy tidak menjelaskan secara rinci penyimpangan yang dimaksud.

Seperti diberitakan, informasi adanya penyalahgunaan ADD dan DD dilaporkan masyarakat setempat.

Dari informasi itu, Jaksa terus mengumpulkan data-data dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

Diketahui, anggaran ADD dan DD itu diperuntukan bagi pembangunan sejumlah item proyek, seperti  pembangunan lapangan, kantor desa, serta pembelian tiga mobil ambulance.

Namun, implementasi proyek tersebut belum selesai.

Diduga oknum-oknum di Pemerintah Negeri Sirisori salah melakukan mark-up dalam setiap pembelanjaan item proyek  dan membuat laporan kegiatan fiktif. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved