Breaking News:

Virus Corona

Wabah Covid-19 Mulai Didominasi Varian Delta, IDI Minta Pemerintah Tutup Pintu Masuk Indonesia

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menyebut saat ini Covid-19 mutasi Delta mulai mendominasi di Indonesia.

Freepik
Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menyebut saat ini Covid-19 mutasi Delta mulai mendominasi di Indonesia. 

TRIBUNAMBON.COM - Wabah Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, terlebih dengan adanya mutasi virus corona yang kini dikenal dengan Varian Delta.

Bahkan, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menyebut saat ini Covid-19 mutasi Delta mulai mendominasi di Indonesia.

Menurut Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio, hal ini dilihat berdasarkan pengamatan Eijkman dari sampel virus yang telah diisolasi.

”Dari virus yang diisolasi belakangan ini, mulai kelihatan varian delta ini mulai mendominasi,” kata Amin, Senin (28/6).

Baca juga: UPDATE Corona: Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Maluku Saat Ini Capai 511

Baca juga: UPDATE Corona di Indonesia: 21.342 Orang Terpapar, Total Kasus Capai 2.11.304 Per 27 Juni

Meski begitu, ia belum dapat memastikan apakah lonjakan kasus positif virus corona di Indonesia memiliki kesinambungan dengan adanya varian baru jenis Delta itu.

Ia menjelaskan, saat ini pasien yang terpapar varian Delta di Indonesia paling banyak berada di DKI Jakarta, dengan total temuan yang terkonfirmasi 96 pasien. Kemudian di Jawa Barat dengan temuan 47 pasien.

Amin menyebut sebaran varian Delta juga tersebar di beberapa wilayah Indonesia, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Banten. Dengan total kasus keseluruhan yakni 246 pasien.

”Sudah ditemukan semakin banyak sudah mencapai jumlahnya 246. Tersebar paling banyak di Jakarta kemudian di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan beberapa daerah lagi di luar Jawa yakni di Sumsel, Kalteng, Kaltim, Banten, Gorontalo, dan Depok ada 1," ujar Amin.

Disinggung soal adanya mutasi virus Delta Plus di Indonesia, Amin mengatakan sementara ini belum ditemukan mutasi yang dikhawatirkan itu.

Baca juga: 270 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Bulan Juni, Ambon Rentan Zona Merah

"Kalau saya amati sementara di antara delta itu belum ditemukan mutasi yang dikhawatirkan itu," ujarnya.

Meski demikian Eijkman mengklaim saat ini kerap melakukan genom sikuensing pada pasien yang positif tapi sudah pernah divaksinasi, penyintas tapi terinfeksi kembali, pasien dengan gejala Covid-19 tapi testingnya negatif, hingga pasien yang memiliki gejala klinis lain.

Sementata itu terkait makin banyaknya ditemukan sebaran varian Delta di Indonesia, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto meminta pemerintah memperketat akses warga dari luar negeri yang hendak masuk ke Indonesia.

Ia menyarankan supaya pintu masuk ke Indonesia ditutup sementara, atau setidaknya dilakukan perpanjangan masa karantina warga yang baru tiba di Tanah Air.

"Harus (menutup pintu masuk), kalau tidak (menutup pintu masuk) total pun bisa karantina, misal karantina kemarin cuma tiga atau lima hari sekarang harus 10 hari kan bisa," kata Slamet.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved