Breaking News:

Korupsi Dana Desa

Kejaksaan Negeri Ambon Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi DD Negeri Haria, Termasuk Raja

Ketiga tersangka, yakni JMM selaku Raja Negeri Haria, Bendahara Negeri JS, dan seorang wiraswasta berinisial JM.

Penulis: Salama Picalouhata | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salma Picalouhata

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Penyidik Kejaksaan Negeri Ambon di Saparua menetapkan tiga tersangka dalam kasus penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Maluku Tengah.

Ketiga tersangka, yakni JMM selaku Raja Negeri Haria, Bendahara Negeri JS, dan seorang wiraswasta berinisial JM.

"Berdasarkan hasil ekspose, telah ditetapkan tiga orang tersangka dengan inisial masing-masing JMM, JS n JM," kata Kacabjari Ardy kepada TribunAmbon.com melalui Whats App, Selasa (29/6/2021).

Ardy menyebut, ketiganya diduga diduga menyalahgunakan ADD dan DD Negeri Haria.

Dia mengaku, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan penyidikan.

"Dalam penyidikan ditemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan ketiganya sebagai tersangka," ucap Ardy.

"Yang jelas, kami menemukan adanya mark up dalam setiap pembelanjaan item proyek," jelasnya.

Baca juga: Ancam Bakar Gedung Registrasi Unpatti, Mahasiswa Unpatti Ini Minta Maaf

Baca juga: Mahasiswa Demo Desak Gratiskan Rapid Antigen di Kabupaten Buru - Maluku

Dijelaskan, sudah banyak saksi yang diperiksa dalam kasus ini termasuk sekretaris dan bendahara negeri yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tak hanya itu, tukang dan pemilik toko tempat membeli bahan bangunan pun juga sempat dipanggil untuk pemeriksaan saksi.

Kasus dugaan korupsi ADD dan DD Haria Tahun 2018 senilai Rp 2 miliar ini, awalnya dilaporkan masyarakat setempat.

Laporan yang telah disampaikan masyarakat itu telah dilengkapi bukti-bukti adanya dugaan korupsi ADD dan DD yang diduga melibatkan sejumlah staf desa.

Anggaran tersebut diperuntukan bagi pembangunan sejumlah item proyek, diantaranya pemberdayaan masyarakat, pembangunan lapangan voli, jalan lingkungan, gedung PAUD, jambanisasi, dan rumah layak huni.

Namun, malah disalahgunakan pemerintah negeri sendiri. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved