Breaking News:

Global

Belum Vaksin Covid-19, Dilarang Akses Ruang Publik di Abu Dhabi, Kecuali Supermarket dan Apotek

Untuk mendorong orang menerima vakasin Covid-19, Pemerintah Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) membatasi akses publik mulai 20 Agustus.

Editor: Adjeng Hatalea
(PIXABAY)
Ilustrasi Uni Emirat Arab - Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi. 

ABU DHABI, TRIBUNAMBON.COM - Untuk mendorong orang menerima vakasin Covid-19, Pemerintah Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) membatasi akses publik mulai 20 Agustus.

Tempat-tempat publik itu hanya bisa diakss oleh mereka yang telah divaksin Covid-19.

Sementara orang yang belum divaksin, hanya dapat memasuki supermarket dan apotek saja. 

AP pada Selasa (29/6/2021) mewartakan, pihak berwenang akan mulai membatasi akses publik seperti pusat perbelanjaan, restoran, kafe, acara olahraga, museum, pusat kebugaran, sekolah dan universitas di Abu Dhabi. Sistem "green pass" telah diterapkan yang membatasi akses publik hanya untuk penduduk yang sudah divaksinasi, atau dapat menunjukkan bukti pengujian negatif untuk virus corona. Pemerintah Emirat mengatakan bahwa setidaknya 93 persen dari populasi ibu kota telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Negara Timur Tengah ini telah memberikan 15,1 juta dosis untuk populasi sekitar 9 juta, dan sangat bergantung pada vaksin Sinopharm. Pembatasan serupa telah diterapkan di Dubai, di mana pertemuan besar seperti acara olahraga memerlukan vaksinasi. Mal dan bisnis lainnya masih terbuka untuk orang-orang yang belum menerima vaksinasi.

Tutup turis vaksin

Sebelumnya, pemerintah UEA mengumumkan pada Kamis (24/6/2021) bahwa mereka tidak akan mengizinkan turis yang terbang ke emirat untuk menerima vaksin Covid-19. Pengumuman itu dipublikasikan beberapa hari setelah aplikasi yang dikeluarkan pemerintah menyarankan siapa pun yang memiliki visa turis bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

Kantor media yang dikelola pemerintah UEA tidak menanggapi permintaan komentar berulang kali. Awal pekan lalu, aplikasi telepon otoritas kesehatan Abu Dhabi menunjukkan kriteria terbaru untuk akses vaksin. Dinyatakan bahwa pengunjung ke ibukota Emirat sekarang bisa mendapatkan Pfizer-BioNTech atau Sinopharm yang didukung negara China, dengan menunjukkan paspor mereka. Tetapi setelah pemberitahuan itu dibagikan secara online dan dilaporkan secara luas oleh media internasional, kantor media Abu Dhabi mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi bahwa kota tersebut menawarkan vaksin Covid-19 gratis hanya kepada mereka yang memiliki visa tinggal yang valid atau kedaluwarsa. “Tidak termasuk termasuk pemegang visa turis atau pengunjung yang sah,” tulis pemberitaan media media Abu Dhabi.

Aplikasi yang menyediakan layanan kesehatan di negara Timur Tengah tersebut, juga mengubah halaman pemesanan janji vaksin. Informasinya mengharuskan pengguna untuk memasukkan kartu tempat tinggal (kartu identitas) mereka sebelum melanjutkan. Negara “Federasi Tujuh Syekh” itu menawarkan salah satu kampanye vaksinasi tercepat di dunia.

Sebanyak 14,7 juta dosis individu telah diberikan kepada populasinya yang berjumlah lebih dari 9 juta, yang mencakup sekitar 1 juta warga Emirat. Sementara 8 juta sisanya adalah orang asing yang tinggal dan bekerja di UEA. Dubai, pusat keuangan regional yang menampung maskapai penerbangan jarak jauh Emirates, belum mengumumkan rencana untuk memvaksinasi wisatawan.

(Kompas.com / Bernadette Aderi Puspaningrum)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved