Breaking News:

Global

Covid-19 di Afrika Selatan Makin Mengganas, Varian Delta Mendominasi

Afrika Selatan juga menghadapi gelombang ketiga virus corona dengan varian Delta dilaporkan mendominasi jumlah kasus di sana.

Editor: Adjeng Hatalea
(AP Photo/Themba Hadebe/File)
Dalam foto file 20 Mei 2020 ini, orang-orang yang terkena dampak kemerosotan ekonomi virus corona untuk menerima paket makanan di Pretoria, Afrika Selatan. Respons pemerintah terhadap Covid-19 Afrika Selatan telah dinodai oleh dugaan korupsi seputar paket bantuan ekonomi 26 miliar dolar AS yang bersejarah, sebagai negara dengan jumlah kasus Covid-19 nomor lima terbesar di dunia. 

PRETORIA, TRIBUNAMBON.COM – Afrika Selatan akan memperketat pembatasan Covid-19 selama 14 hari atau dua pekan.

Tindakan tersebut diambil karena pembatasan saat ini dinilai masih tidak cukup untuk mengatasi kecepatan penyebaran virus corona yang semakin mengganas.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Minggu (27/6/2021) sebagaimana dilansir Reuters.

Di Afrika, negara tersebut menjadi wilayah yang paling parah dari segi jumlah kasus dan kematian akibat Covid-19.

Baca juga: Trotoar Dipenuhi Sampah, Kota Ambon Dinilai Warga Tak Lagi Manis

Afrika Selatan juga menghadapi gelombang ketiga virus corona dengan varian Delta dilaporkan mendominasi jumlah kasus di sana.

Pada Sabtu, Afrika Selatan melaporkan hampir 18.000 kasus dalam sehari, mendekati puncak kasus harian pada gelombang kedua pada Januari.

Para ilmuwan Afrika Selatan mengatakan, virus corona varian Delta yang pertama kali muncul di India tampaknya menyebar dengan cepat.

"Pembatasan tambahan diperlukan. Fokus kami adalah membatasi kontak sosial sambil menjaga ekonomi," kata Ramaphosa dalam pidato yang disiarkan televisi.

Baca juga: Putrinya Tak Kunjung Pulang, Oknum Dosen Unpatti Diduga Sekap dan Aniaya Sahabat Anaknya

Pembatasan tambahan tersebut meliputi pelarangan pertemuan dalam bentuk apa pun, penerapan jam malam mulai 21.00, dan pelarangan penjualan minuman beralkohol.

Sekolah-sekolah akan ditutup mulai Rabu (30/6/2021) tetapi pantai dan taman akan tetap dibuka. Restoran hanya diperbolehkan menjual makanan untuk dibawa pulang atau diantar.

"Kami akan menilai dampak pengetatan pembatasan ini setelah 14 hari untuk menentukan apakah perlu dipertahankan atau disesuaikan," tutur Ramaphosa.

Afrika Selatan baru-baru ini menerima 1,4 juta dosis vaksin Pfizer melalui Fasilitas Covax dan tambahan 1,2 juta dosis vaksin Johnson & Johnson.

Sejauh ini upaya vaksinasi di Afrika Selatan berjalan lambat, dengan hanya sekitar 2,7 juta dosis yang yang disuntikkan kepada sekitar 60 juta populasinya. Pemerintah Afrika Selatan kini menetapkan untuk melipatgandakan vaksinasi hariannya mulai Juli.

(Kompas.com / Danur Lambang Pristiandaru)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved