Breaking News:

Sekolah Tatap Muka

Sekolah Tatap Muka di Zona Hijau Tetap Boleh Dilakukan, Diberhentikan Jika Ada Kasus Covid-19

Saat ini kasus positif Covid-19 melonjak di beberapa wilayah di Indonesia. Sementara, PTM digelar bulan depan.

Editor: Salama Picalouhata
Lukman Mukaddar
SMP Negeri 2 Masohi melaksanakan ujian sekolah secara tatap muka, Senin (19/4/2021). 

TRIBUNAMBON.COM - Saat ini kasus positif Covid-19 melonjak di beberapa wilayah di Indonesia. Sementara pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk siswa di sekolah akan digelar pada Juli mendatang.

"Tetapi dengan lonjakan yang ada sekarang, kita juga harus melihat kondisi, karena fokus kita adalah pada keselamatan anak-anak, di samping kita juga memberikan pembelajaran kepada anak-anak di masa pandemi," ujar Widyaprada Ahli Madya pada Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristek Nilam Suri dalam webinar Persiapan Kembali ke Sekolah yang digelar Tribun Network, Jumat (25/6/2021).

Nilam mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 saat ini terjadi sangat dinamis. Suatu daerah dapat masuk zona tertentu, namun dapat berubah akibat perkembangan kasus Covid-19.

Menurutnya, sekolah di zona hijau diperbolehkan untuk menggelar PTM terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Untuk zona yang hijau terutama itu boleh dilakukan dan ini kan dinamis begitu, jadi kondisi ini dinamis. Kadang-kadang satu daerah hijau. Suatu saat ternyata ada yang kena mulai dia memasuki masa kuning terus akhirnya merah," tutur Nilam.

Meski begitu, Nilam mengatakan sekolah wajib menghentikan PTM terbatas jika ditemukan kasus Covid-19 di satuan pendidikan tersebut. Langkah ini demi melindungi siswa, serta guru dan tenaga kependidikan dari penularan Covid-19.

"Kalau ada terjadi kasus misalnya di satu sekolah ini memang wajib kita hentikan PTM. Tapi ketika tidak ada kasus dan zonanya zona hijau kemudian juga orange, kuning itu ya kita masih membolehkan anak-anak untuk datang ke sekolah gitu," ujar Nilam.

Kemendikbudristek juga mencatat hingga saat ini sudah 33 persen sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Data tersebut didapatkan berdasarkan survei yang dilakukan Kemendikbudristek terkait PTM terbatas pada 24 Juni lalu.

"Di survei kami, ini dari semua jenjang ya ini semua jenjang, ini 33 persen sudah melakukan PTM dan 67 persen belum melakukan PTM," ujar Nilam.

Rincian yang sudah melakukan PTM untuk PAUD sebanyak 28,90 persen, SD 34,13 persen, SLB 22,16 persen, SMP 37,78 persen, SMA 36,67 persen, dan SMK 31,45 persen. Nilam mengungkapkan hampir di semua daerah telah melaksanakan PTM terbatas.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved