Breaking News:

Global

Covid-19 Varian Delta Bisa Sebabkan 90 Persen Kasus di Eropa

Virus corona varian Delta bisa menyebabkan 90 persen kasus Covid-19 baru di Uni Eropa dalam beberapa bulan mendatang.

Editor: Adjeng Hatalea
(Shutterstock/angellodeco)
Ilustrasi varian virus corona Delta. Varian ini pertama kali diidentifikasi di India, sebelumnya dinamai B.1.617.2. Virus corona varian Delta. 

STOCKHOLM, TRIBUNAMBON.COM – Virus corona varian Delta bisa menyebabkan 90 persen kasus Covid-19 baru di Uni Eropa dalam beberapa bulan mendatang.

Prediksi tersebut disampaikan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) pada Rabu (23/6/2021) sebagaimana dilansir AFP.

"Sangat mungkin bahwa varian Delta akan beredar luas selama musim panas, terutama di antara individu yang lebih muda yang tidak menjadi target vaksinasi," kata Direktur ECDC Andrea Ammon.

"Varian Delta lebih menular daripada varian lain yang beredar dan kami memperkirakan bahwa pada akhir Agustus akan mewakili 90 persen (kasus baru di UE),” tambah Ammon.

Varian Delta atau yang secara ilmiah disebut B.1.617.2 lebih menular sekitar 40 persen hingga 60 persen dibandingkan varian Alpha atau Β.1.1.7.

Baca juga: Ilmuwan: China Tutupi Pasien Nol dengan Hapus Data Covid-19

Virus corona varian Delta pertama kali ditemukan di India sedangkan varian Alpha pertama kali ditemukan di Inggris. ECDC memprediksi, virus corona varian Delta berkontribusi sekitar 70 persen kasus di Eropa pada awal Agustus.

Pada akhir Agustus, ECDC memperkirakan virus corona varian Delta berkontribusi sekitar 90 persen kasus di Eropa.

Untuk melawan penyebaran varian dan mengurangi dampak kesehatan, ECDC menuturkan bahwa pemerintah harus mengebut program vaksinasi “dengan kecepatan sangat tinggi”.

Sampai saat ini, sekitar 30 persen warga berusia 80-an tahun dan sekitar 40 persen warga berusia 60-an tahun di Uni Eropa masih belum sepenuhnya divaksinasi.

"Pada tahap ini, penting bahwa dosis vaksinasi kedua diberikan dalam interval minimum yang diizinkan dari dosis pertama, untuk mempercepat individu yang rentan terlindungi," tutur Ammon.

ECDC juga mendesak negara-negera Uni Eropa untuk berhati-hati dalam melonggarkan pembatasan sosial guna membatasi penyebaran virus corona.

(Kompas.com / Danur Lambang Pristiandaru)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved