Breaking News:

Kasus Korupsi Dana Desa

Kasus Korupsi Dana Desa Gale-Gale - Maluku Siap Naik Sidang

Jaksa menambahkan, pelimpahan berkas sekaligus dengan barang bukti berupa kwitansi penggunaan uang dan Kwitansi pembelanjaan yang tidak sesuai

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Korupsi Dana Desa 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Berkas perkara kasus dugaan korupsi dana Desa Gale-Gale, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ambon, Selasa (22/6/2021).

“Pada hari ini baru saja jaksa penuntut umum, kami dengan tim melimpahkan berkas perkara dana desa gale-gale yang mana kasus tersebut merupakan berkas tahap dua dari polres maluku tengah pada tanggal 15 juni 2021 untuk tidak berlama-lama di penahanan JPU maka atas arahan dan petunjuk pimpinan perkara ketiga tersangka tersebut hari ini resmi di terima oleh pihak Tipikor Ambon,” kata Jaksa penuntut umum (JPU), Asmin Hamja kepada wartawan, Selasa.

Ketiga tersangka yakni SW alias Salim (41), Mardin (52), SA alias Syawal (37).

Jaksa menambahkan, pelimpahan berkas sekaligus dengan barang bukti berupa kwitansi penggunaan uang dan Kwitansi pembelanjaan yang tidak sesuai dengan APBD Desa.

“Barang bukti berupa kwitansi penggunaan uang untuk berupa uang tunai dalam berkas perkara, kemudian barang bukti lain kwitansi APBD, ada kwitansi tidak wajar tidak sesuai dengan APBD desa serta bukti2 APBDN,” tambah Jaksa.

Bukti-bukti tersebut lanjut Jaksa telah disetujui oleh pengadilan Tipikor dan terlampir dalam berkas perkara.

Jaksa menjelaskan, ketiga tersangka hingga kini tidak mampu untuk membayar kerugian keuangan negara yang berdasarkan hasil audit investigasi BPKP sebesar Rp.268.574.993.

Baca juga: Palsukan Surat Rapid Tes Demi Berangkat ke Kota Tual, Pasangan Suami Istri Dituntut Setahun Penjara

Baca juga: Segini Tarif Sewa Kios Pasar Sesuai SK Walikota Ambon

“Uang tunai dalam berkas perkara sebagaimana terungkap para tersangka ini tidak mampu mengembalikan kerugian keuangan negara, karena ada dibuktikan di surat pernyataan,” jelas Jaksa.

Hamja menjelaskan, setelah pelimpahan berkas selanjutnya hanya menunggu penetapan hari persidangan terhadap ketiga tersangka.

“Mungkin kami selaku JPU hanya menunggu penetapan hari persidangan terhadap tiga tersangka tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, ketiga tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi DD Gale-Gale tahun 2015-2016

Ketiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jounto Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHPidana. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved