Breaking News:

Virus Corona

Walikota Semarang Terapkan Sistem Masuk Kerja 3 Hari Sekali

Wali Kota Semarang, Hendi menerapkan sistem masuk kerja tiga hari sekali bagi para ASN yang bekerja di Pemkot karena sejumlah ASN positif Covid-19

MenpanRB
Ilustrasi PNS -Sejumlah ASN Pemkot Terpapar Covid-19, Walikota Semarang Terapkan Sistem Masuk Kerja 3 Hari Sekali 

"Cuma, Pak Kepala Dinas waktu saya telepon (masih dalam keadaan) sehat. Lain kali, (kejadian) ini (sepatutnya) jadi pelajaran, jangan kruntelan (berkerumun)," terang Hendi.

Baca juga: Pemkot Bekasi Klaim Berikan Vaksinasi Covid-19 kepada 4.000 Warga Hanya dalam Waktu 1,5 Jam

Oleh karena itu, Hendi terus melakukan tracing atau penelusuran kepada orang yang melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan.

Tracing menjadi hal yang harus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Jika satu ASN diketahui terpapar, seluruh ASN di instansi yang bersangkutan wajib melakukan swab.

Kepala BKPP Kota Semarang, Litani Satyawati menambahkan, para ASN yang bekerja di kantor juga berkisar hanya 30 persen dari biasanya.

Meski hanya 30 persen ASN yang bekerja di kantor, Pemkot tetap berupaya memberikan pelayanan secara optimal.

"Intinya kami tidak ingin masyarakat terganggu karena kurang dalam pelayanannya dan di sisi lain ini demi keselamatan ASN juga. Manakala pada saat itu OPD atau di kantornya membutuhkan, bisa dipanggil," jelas Litani.

Baca juga: Kasus Corona Terus Melonjak Pemerintah Disarankan Lockdown Terbatas Ala Indonesia

Sementara, bagi ASN yang bekerja dari rumah, kinerjanya tetap selalu dipantau melalui presensi.

Litani belum mengetahui secara pasti berapa ASN yang terpapar Covid-19, meski demikian dirinya mengakui memang banyak ASN yang meminta dispensasi tidak masuk kerja karena sakit.

Untuk diketahui, pemberian dispensasi tidak hanya bagi yang positif Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved