Breaking News:

Nasional

Epidemiolog Tak Setuju jika Sekolah Dibuka pada Juli 2021, Ini Alasannya

Berdasarkan data pemerintah pada Kamis (17/6/2021), kasus Covid-19 tercatat bertambah lebih dari 10.000 dalam sehari.

Editor: Adjeng Hatalea
Lukman Mukaddar
SMP Negeri 2 Masohi melaksanakan ujian sekolah secara tatap muka, Senin (19/4/2021). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia Iwan Ariawan tidak setuju jika sekolah pembelajaran Tatap Muka (PTM) digelar serentak pada Juli 2021 nanti. Hal ini dikarenakan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan.

Berdasarkan data pemerintah pada Kamis (17/6/2021), kasus Covid-19 tercatat bertambah lebih dari 10.000 dalam sehari.

"Kalau menurut saya enggak setuju sekolah dibuka," ujar Iwan kepada Kompas.com, Jumat (18/6/2021).

"Kebijakan itu kan harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Menurut saya kondisi lagi naik gini jangan dulu sekolah offline. Tetap online," kata dia.

Iwan menjelaskan bahwa pemerintah tentu boleh membuka sekolah tatap muka terbatas apabila kondisi sudah memungkinkan. Pembukaan sekolah itu pun dilakukan secara bertahap.

"Kita lihat kondisinya kalau udah bisa dibuka nanti, ya kita buka bertahap. Kalau sekarang enggak dulu," tutur Iwan.

Oleh karena itu, menurut Epidemiolog dari UI lainnya, Tri Yunis Miko Wahyono, pembukaan sekolah ditunda hingga uji coba vaksin Sinovac pada anak selesai dilakukan.

"Tunggu uji coba Sinovac kelompok umur 3-17 tahun. Tunggu saja. Jangan membiarkan generasi muda kita terkena infeksi, lah. Tunggu. Apalagi anak Indonesia udah banyak kasusnya. Itu belum dilepas sekolah. Kalau nanti sekolah dibuka akan makin banyak lagi," kata dia.

(Kompas.com / Wahyuni Sahara / Bayu Galih) 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved