Breaking News:

Global

Ekonomi Membaik, Namun Kim Jong Un Akui Korea Utara Krisis Pangan

Kim Jong Un mengakui situasi pangan di Korea Utara sedang krisis, menurut laporan media pemerintah pada Rabu (16/6/2021).

Editor: Adjeng Hatalea
(AFP PHOTO / HANDOUT / KCTV)
Foto tangkapan layar yang diambil dari tayangan stasiun televisi Korea Utara, KCTV, pada 1 Agustus 2019, yang memperlihatkan siluet Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang melihat peluncuran rudal balistik di lokasi yang tidak diketahui. 

PYONGYANG, TRIBUNAMBON.COM - Kim Jong Un mengakui situasi pangan di Korea Utara sedang krisis, menurut laporan media pemerintah pada Rabu (16/6/2021).

Dalam rapat pleno komite pusat Partai Buruh Korea, Kim mengatakan ekonomi membaik tahun ini, dengan output industri tumbuh 25 persen dari tahun sebelumnya, lapor kantor berita pemerintah KCNA.

Tetapi ada beberapa masalah yang mengikuti, tambah pemimpin tertinggi Korea Utara itu.

"Situasi pangan masyarakat sekarang semakin tegang karena sektor pertanian gagal memenuhi rencana produksi biji-bijian, akibat kerusakan dari topan tahun lalu," ungkap Kim dikutip dari AFP.

Baca juga: Berharap Pandemi Covid-19 Usai, Patung Dewi Kwan In di Jepang Dipasangi Masker

Rangkaian topan musim panas memicu banjir yang menghancurkan ribuan rumah dan menggenangi lahan pertanian.

Kim lalu menyerukan langkah-langkah untuk meminimalkan dampak bencana alam seperti itu, dengan berkata bahwa memastikan panen yang baik adalah prioritas utama.

Pengakuan itu membunyikan alarm di Korut, negara yang menderita kelaparan dahsyat pada 1990-an dengan ratusan ribu orang meninggal.

Korea Utara yang miskin dan dalam berbagai sanksi internasional atas senjata nuklir serta program rudal balistiknya, sejak lama berjuang mengatasi ketersediaan pangan, lalu kali ini mereka menderita kekurangan makanan kronis.

Baca juga: Bayi Baru Lahir Ditemukan Terapung dalam Kotak Kayu di Sungai

Pandemi virus corona dan serangkaian badai musim panas serta banjir semakin memperparah situasi Korut sejak tahun lalu.

Pertemuan itu juga membahas sifat berkepanjangan dari pandemi virus corona, lapor KCNA.

Dalam pengakuan lain tentang krisis di Korea Utara, Kim pada April mengatakan kepada warganya untuk bekerja keras, berjaga-jaga bilai situasi terburuk terjadi. Kelaparan nasional yang diderita Korea Utara pada 1990-an menewaskan ratusan ribu orang setelah jatuhnya Uni Soviet membuat negara itu tak punya dukungan besar.

(Kompas.com / Aditya Jaya Iswara)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved