Breaking News:

Korupsi Bank Maluku

Terlibat Korupsi, CS PT Bank Maluku-Malut Dituntut Lebih Tinggi dari Kepala Cabang di Banda Naira

Keduanya terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.09 milliar.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena

Laporan wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Mantan Costumer Service PT Bank Maluku dan Maluku Utara, Pridayatni M. Supriyatna alias Yatni dituntut lebih tinggi daripada Kepala Cabang Pembantu (KCP) di Banda Naira, Aryani Katjong.

Terdakwa Yatni dituntut selama delapan tahun sedangkan terdakwa Aryani dituntut selama 1,6 tahun penjara oleh oleh Jaksa Penutut Umum (JPU), Achmad Attamimi.

Keduanya terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.09 milliar.

“Memohon majelis hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Aryani selama satu tahun enam bulan dipotong masa tahanan dan terdakwa Pridayatni M. Supriyatna alias Yatni delapan tahun penjara,” kata Jaksa di Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (17/6/2021).

Keduanya juga dituntut untuk membayar uang denda masing-masing sebesar Rp 300 juta, subside tiga bulan kurungan bagi terdakwa Aryani dan subside enam bulan kurungan bagi terdakwa Yatni.

Terdakwa Yatni juga dituntut untuk membayar uang pengganti sesuai dengan kerugian keuangan negara yakni, Rp 1.093.775.582 dan harus dibayar paling lama dalam kurun waktu satu bulan.

Baca juga: Terlibat Kasus Korupsi, Mantan Kepala Cabang Bank Maluku Banda Naira Dituntut 1,6 Tahun Penjara

Baca juga: Gempa Guncang Maluku Tengah, BMKG Ambon: Potensi Tsunami Telah Berakhir

Jaksa menuntut bila tidak membayar uang pengganti maka harta benda terdakwa Yatni akan disita dan dilelang oleh Jaksa.

“Bila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana penjara selama satu tahun,” lanjut Jaksa.

Jaksa menyebut, keduanya merugikan keuangan negara sebesar Rp. 1,213 miliar dan baru mengembalikan Rp. 120,2 juta. Sehingga, masih tersisa kerugian keuangan negara senilai Rp1.09 miliar.

Aryani dan rekannya itu, menarik uang nasabah pada Kantor PT. BM Cabang Utama di Kota Ambon sebanyak 34 rekening dengan membuat kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Mereka membuat kartu ATM sendiri, lalu menarik uang nasabah melalui mesin ATM. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved