Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Cari Aktor Utama Kasus Korupsi MTQ, Jaksa Bakal Periksa Bupati Buru Selatan Tagop Soulisa?

Kejari Buru akan mencari orang paling bertanggungjawab dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, saat rilis kasus di Kantor Kejari Buru, Senin (14/6/2021) 

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kepala kejaksaan Negeri Buru, Muhtadi mengatakan akan mencari aktor utama dalam kasus dugaan korupsi dana MTQ XXVII Tingkat Provinsi Maluku Ta­hun 2017 di Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Dirinya menyebut akan memanggil Bupati Buru Selatan, Tagop Soulissa, apabila penyidik membutuhkan keterangannya.

"Bila nanti penyidik membutuhkan keterangannya selaku Bupati, maka yang bersangkutan akan dipanggil," kata Muhtadi saat memberikan keterangan pers di Kantor Kejari Buru, Senin (14/6/2021).

Dia mengatakan, pihaknya akan tetap memeriksa apabila membutuhkan keterangan bersangkutan. Dirinya menegaskan, semua sama di mata hukum.

Baca juga: Jelang Laga Belanda Kontra Austria, Manager Maluku FC; Belanda Menang 2 - 0

Baca juga: Jelang Laga Belanda vs Austria, Pria Ini Bentangkan Bendera Belanda Terbesar ke-2 se-Kota Ambon

Pihaknya akan mencari orang paling bertanggungjawab dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

"Kebijakannya sama. Yang pasti, kita cari orang yang paling bertanggungjawab dalam kasus untuk dimintai pertanggungjawaban," ujar Muhtadi.

Seperti diberitakan, Dalam kasus ini, Kejari Buru sudah menetapkan tiga orang menjadi ter­sangka sejak dua tahun lalu.

Mereka adalah Kadis Perhu­bungan Bursel, Sukri Muhammad. Dalam panitia MTQ, ia menjabat ketua bidang sarana dan prasarana.

Kemudian Bendahara Dinas Per­hubungan Bursel, Rusli Nurpata, da­lam panitia ia menjabat ben­dahara bidang sarana dan prasarana.

Satu tersangka lagi adalah Jibrael Matatula, Event Organizer.

Pada tahun 2017, terdapat pemberian hibah uang kepada LPTQ Kabupaten Bursel senilai Rp 26.270.000. 000,00 untuk pelaksanaan kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Maluku XXVII.

Pemberian hibah ini berdasarkan permohonan proposal dari LPTQ kepada bagian keuangan BPKAD pada tanggal 3 Februari 2017.

Namun, proposal tersebut tidak disertai dengan rencana penggunaan dana.

Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, masing-masing senilai Rp13. 135.000.000,00, dari bendahara pengeluaran BPKAD ke rekening LPTQ Kabupaten Bursel.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Maluku, ada dana sekitar Rp 10.684. 681.624,00 yang tak bisa dipertanggungjawabkan. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved