Breaking News:

Nasional

Mahfud Ajak Ulama Sosialisasi Tes Swab Cegah Penyebaran Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak para ulama menggencarkan sosialisasi tes swab ke masyaraka

Editor: Adjeng Hatalea
ISTIMEWA
Menko Polhukam Mahfud MD saat berdialog dengan Komunitas Pancasila Muda lewat video konferensi di hari lahirnya pancasila, Senin (1/6/2020) - Soal pemberian bintang tanda jasa dari Presiden Jokowi untuk Fadli Zon dan Fahri Hamzah, ini penjelasan Mahfud MD. 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak para ulama menggencarkan sosialisasi tes swab ke masyarakat guna mencegah penyebaran Covid-19.

Hal itu disampaikan Mahfud dalam silaturahmi dengan alim ulama dalam rangka Penanganan Covid-19 di Bangkalan, Madura, Senin (15/6/2021).

"Kita melihat fakta, kebanyakan yang dibawa ke rumah sakit sudah parah, untuk mencegah itu, agar para ulama menyosialisasikan bahwa tes swab itu penting untuk mengetahui dan agar dapat mencegah (Covid-19)," ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/2021).

Mahfud mengakui ingin menggunakan pendekatan lokal. Sebab, kiai atau tokoh alim ulama menjadi panutan dan paling didengar masyarakat.

"Jangan kita masih anggap Covid-19 itu main-main, lihat contoh kasus yang terjadi peningkatan dalam 24 jam di India. Indonesia juga saat ini sudah peringkat 18 dunia dan sampai saat ini sudah mencapai 1,9 juta kasus," tutur Mahfud.

Ia menegaskan bahwa pemerintah bukannya tidak berbuat apa-apa, melainkan pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan termasuk berdialog dan meminta pendapat ulama NU, Muhammadiyah, hingga MUI.

"Namun masyarakat kita ini, apalagi di Bangkalan, kalau tokoh agama mencontohkan, dan bicara, mereka pasti ikut," tegas Mahfud.

Sementara itu, Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, masyarakat sebagian besar tidak mau ke rumah sakit, namun setelah parah baru ke rumah sakit dan meninggal.

Kondisi ini ternyata memunculkan kesimpulan agar tidak ke rumah sakit karena pasti akan meninggal.

"Di sini kita perlu meminta kiai-kiai untuk sadarkan masyarakat karena sebagian besar tidak mau swab. Bahkan ada tiga pesantren mau diswab, satu pesantren gagal karena semua santrinya kabur," kata dia.

Dalam kegiatan ini, hadir Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa, dan R Abdul Latif Amin Imron. Silaturahim ini dihadiri para kiai se-Bangkalan.

(Kompas.com / Achmad Nasrudin Yahya / Krisiandi)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved