Breaking News:

Gempa Guncang Malteng

13 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Tengah Pasca Gempa 6.1 SR

BMKG juga mencatat kegempaan dengan III skala MMI (Modified Mercalli Intensity di wilayah Tehoru, Masohi, Bula, Kairatu, Saparua, Wahai.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Sumber Istimewa
Dampak Gempa magnitudo 6.1 guncang Maluku Tengah 

Laporan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Sebanyak 13 kali gempa susulan mengguncang Maluku Tengah pasca gempa magnitudo 6,1, Rabu (16/6/2021) siang.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hasil monitoring menunjukan gempa susulan terus terjadi hingga pukul 13.35 WIB dengan magnitude terbesar 3,5.

BMKG juga mencatat kegempaan dengan III skala MMI (Modified Mercalli Intensity di wilayah Tehoru, Masohi, Bula, Kairatu, Saparua, Wahai.

Sedangkan skala II-III MMI di wilayah Pulau Ambon.

Dalam laman websitenya BMKG menjelaskan, IV MMI dapat diartikan getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

III MMI artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sementara II MMI artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Disebutkan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan masyarakat setempat melaporkan adanya dampak kerusakan akibat gempabumi tersebut.

Yakni, pada beberapa rumah tinggal warga dan salah satunya pagar gereja di Desa Sounulu, Kecamatan Tehoru.

Baca juga: Takut Tsunami, Warga Tehoru dan Yaputih Mengungsi ke Hutan

Baca juga: Biru Air Ninifala Berubah Coklat Keruh Pasca Gempa 6.1 Guncang Maluku Tengah

Hingga kini, BPBD masih terus mendata kondisi dampak gempabumi ini.

BMKG menghimbau agar masyarakat di wilayah sepanjang Pantai Japutih sampai Pantai Atiahu Kabupaten Maluku Tengah, Maluku mewaspadai gempa bumi susulan dan potensi tsunami.

Warga diharapkan segera menjauhi pantai dan menuju tempat tinggi apabila merasakan guncangan gempa cukup kuat.

Untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa, warga diharapkan memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved