Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Ternyata Begini Modus Korupsi Asnawy Gay, Rugikan Negara Hingga Rp. 250 Juta Lebih

Kejari Buru akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan pakaian Linmas Satpol PP Buru Selatan, Tahun Anggaran 2015-2019.

Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, saat rilis kasus di Kantor Kejari Buru, Senin (14/6/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan pakaian Linmas Satpol PP Buru Selatan, Tahun Anggaran 2015-2019.

Setelah penyidikan panjang, mereka menetapkan Kasatpol PP Buru Selatan, Asnawy Gay sebagai tersangka.

Korupsi yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 257 juta itu dinilai sudah direncanakan sejak awal.

"Kami telah menetapkan Kasatpol PP Asnawi Gay, sebagai tersangka tindak pidana korupsi Perlengkapan dan Pakaian Linmas Satpol PP Bursel tahun anggaran 2015-2019," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Muhtadi, saat rilis kasus di Kantor Kejari Buru, Senin (14/6/2021).

Muhtadi menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara dan menemukan adanya dua alat bukti yang cukup.

Menurutnya, korupsi dilakukan Asnaey Gay dengan meminjam beberapa perusahaan lalu melakukan pembelanjaan sendiri.

Baca juga: Kasus Korupsi Baju Linmas, Kasatpol PP Asnawy Gay Jadi Tersangka dan Terancam 20 Tahun Penjara 

Baca juga: Konvoi Kemenangan di Ambon, Kapolsek Sirimau; Hindari Gesekan antar Supporter

Asnawy Gay juga merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kepala Dinas Satuan Polusi Pamong Praja dan Pemadan Kebakaran (Damkar) Kabupaten Buru Selatan.

"Ada tindakan penggelembungan anggaran, karena harga beli dengan harga notanya tidak sesuai," ujar Muhtadi.

Asnawy Gay memesan kurang lebih 260 potong pakaian dinas senilai Rp 70 juta dan atribut pendukung juga dengan nilai yang sama, yakni sekitar 70 juta.

Namun, nilai pembelian pakaian linmas yang dianggarkan Kasatpol PP hampir Rp. 200 juta, sementara antribut pendukung senilai kurang lebih Rp 197 juta. Sehingga hampir mencapai angka Rp 400 juta rupiah.

Atas perbuatannya itu, Asnawy Gay disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 dan atau Pasal 12 huruf i UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dengan ancama hukuman 20 tahun penjara. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved