Breaking News:

Maluku Terkini

Tak Rasakan Dampak Pinjaman Dana SMI, Mahasiswa Serbu Kantor PUPR Maluku

Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku, Selasa (15/6/2021) siang.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Salama Picalouhata
Mesya Marasabessy
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku, Selasa (15/6/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku, Selasa (15/6/2021) siang.

Sejumlah mahasiswa itu, mengaku tidak merasakan dampak dana pinjaman Pemerintah Provinsi Maluku dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar 700 miliiar, untuk pembangunan infrastruktur.

“Kami hadir disini, karena kami tidak merasakan dampak dari pinjaman dana SMI,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, Burharuddin Rumbouw kepada TribunAmbon.com di depan Kantor PUPR Maluku.

Dia melanjutkan, buktinya sejumlah proyek-proyek yang dibangun menggunakan dana SMI yang tak terlihat dampak positifnya.

Proyek yang dimaksud, seperti pembangunan trotoar dan drainase di Kota Ambon yang kemudian mendapat polemik bahkan membawa bencana kepada masyarakat.

Selain itu, pembangunan air bersih di Haruku dan pembangunan jalan di Desa Waesala, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang hingga saat ini malah mandek karena tidak ada pengerjaan lanjutan oleh kontraktor.

“Proyek-proyek itu dibangun menggunakan dana SMI dan ditengah perjalanan malah mandek. Kami menegaskan bahwa Dinas PUPR Maluku selaku dinas yang menangani pembangunan ini harus mengevaluasi kontraktor-kontraktor yang telah menjalankan proyek atau program yang bermasalah ini,” ucapnya.

“Katanya pinjaman dana SMI ini untuk pemulihan ekonomi nasional namun faktanya masyarakat tidak mendapatkan dampak dari pada dana pinjaman tersebut,” sebut Rumbouw. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved