Breaking News:

Maluku Terkini

Murad Ismail Sebut Maluku Berisiko Tinggi Terhadap Bencana Alam

Menurutnya, jenis ancaman yang paling sering terjadi di Maluku merupakan jenis bencana Hidrometeorologi yaitu banjir dan tanah longsor.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Humas Pemprov Maluku
Gubernur Maluku, Murad Ismail 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Gubernur Maluku, Murad Ismail menyebutkan Maluku merupakan wilayah dengan tingkat resiko tinggi terhadap bencana alam.

Hal ini disampaikan saat menghadiri Pelatihan Hazard Risk Map Use, Flood Management In Selected River Basin (FMSRB) di Hotel Marina Ambon, Senin (14/6/2021) pagi.

“Provinsi Maluku merupakan salah satu provinsi yang berisiko tinggi terhadap bencana alam,” kata Murad Ismail melalui sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang.

Menurutnya, jenis ancaman yang paling sering terjadi di Maluku merupakan jenis bencana Hidrometeorologi yaitu banjir dan tanah longsor. Sehingga bencana alam menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.

“Bencana alam perlu disadari bahwa itu merupakan ancaman nyata bagi kelangsungan hidup bermasyarakat dan bernegara saat ini,”

Lanjutnya, bencana alam sudah pasti memberikan dampak kerugian yang sangat besar bagi wilayah terdampak. Diantaranya kerugian fisik seperti kerusakan bangunan, kerusakan ekosistem, dan kerusakan sarana dan prasarana.

Selain itu, kerugian non fisik juga bisa dirasakan seperti jatuhnya korban jiwa serta kerugian kesehatan mental dan psikis korban bencana.

Baca juga: Korupsi Pakaian Linmas Satpol PP Buru Selatan, Asnawy Gay Terancam 20 Tahun Penjara 

Baca juga: Gagal Panen, Harga Komoditi Sayuran di Pasar Mardika Ambon Meroket

Ia menambahkan, menyadari akan kerentanan terhadap bencana tersebut, maka perlu adanya peningkatan kesiapsiagaan, salah satunya dengan peningkatan kapasitas daerah, berupa penyiapan sumber daya yang dimiliki daerah untuk menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Pemerintah melalui program Flood Management In Selected River Basin (FMSRB), memberikan perhatian yang cukup besar kepada Pemprov Maluku dan secara khusus Pemkot Ambon untuk melakukan pengelolaan banjir secara terpadu pada sungai di wilayah Kota Ambon,” ungkapnya.

Ia menerangkan, program FMSRB ini secara umum memiliki empat sasaran yakni meningkatkan kualitas perencanaan pengelolaan risiko banjir, meningkatnya kualitas pengelolaan lahan dan infrastruktur pengendali banjir, meningkatnya kapasitas pengelolaan risiko banjir berbasis masyarakat, dan meningkatnya kualitas koordinasi penyusunan kebijakan dan pengelolaan banjir di tingkat nasional.

Selain itu, lanjut dia, untuk mewujudkan sasaran ini, beberapa organisasi perangkat daerah telah dilibatkan, salah satunya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku.

“Jadi program FMSRB untuk meningkatkan kapasitas aparatur lintas sektor kebencanaan semakin meningkat dalam hal pengelolaan risiko banjir, khususnya pemahaman dan pengenalan akan peta ancaman dan risiko serta penggunaan peta-peta tersebut dalam perencanaan pembangunan daerah maupun pengambilan kebijakan kepala daerah,” ujar Gubernur. (*)

Selain itu, ia mengharapkan dukungan Pemerintah Pusat, melalui program FMSRB ini memberikan dampak yang signifikan untuk mengurangi risiko banjir khususnya di wilayah Kota Ambon, sehingga kerugian harta benda dan dampak lainnya yang ditimbulkan akibat banjir dapat diminimalisir.

“Diharapkan bapak/ibu peserta dapat mengambil kesempatan ini sebagai sarana peningkatan kapasitas guna pengabdian kepada masyarakat dan negara,” tandas Gubernur.

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved