Breaking News:

Ambon Hari Ini

Antisipasi Kerugian di Sektor Pajak, Lucky Leonard Upulatu Minta Pemkot Ambon Awasi Tapping Box

Pemerintah Kota Ambon mesti mengawasi tapping box, untuk mengantisipasi terjadinya kerugian di sektor pajak.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Salama Picalouhata
Kontributor TribunAmbon.com/Helmy
Wali Kota Ambon Richard Louhanapessy saat memberikan arahan pada apel pagi Pemkot Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Kota Ambon mesti mengawasi tapping box, untuk mengantisipasi terjadinya kerugian di sektor pajak.

Demikian disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Lucky Leonard Upulatu Nikijuluw.

Diketahui, tapping box merupakan perangkat yang dipasang di tempat-tempat usaha yang wajib pajak dan digunakan sebagai pembanding terhadap laporan omset yang dilaporkan secara online.

"Pemkot Ambon mesti melakukan pengawasan terkait dengan tempat-tempat usaha yang telah menggunakan tapping box sebagai alat transaksi secara online," kata Upulatu kepada TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Minggu (13/6/2021) pagi.

Baca juga: Pengunjung Sayangkan Sampah Berserakan di Objek Wisata Pintu Kota Ambon

Menurutnya, alat tapping box itu harus diawasi untuk dipastikan apakah berfungsi dengan baik atau tidak di beberapa titik yang telah dilakukan pemasangan.

Pasalnya, tapping box ini berfungsi untuk mencegah terjadinya manipulasi pajak dan retribusi karena kinerja alat ini langsung merekam secara otomatis.

"Apa artinya kita melakukan pengadaan sarana prasarana kemudian tidak difungsikan. Kalau ini tidak berfungsi, kita mengalami kerugian di sektor pajak dan retribusi," ungkapnya.

Apalagi menurutnya, biaya tapping box yang dipasang per satu unit seharga kurang lebih Rp 15 sampai 20 juta.

Sehingga dengan anggaran sebesar itu, tentu harus ada tindaklanjut dari Pemkot Ambon.

"Yang dikhawatirkan, ada cafe-cafe dan restoran yang telah dipasang alat itu, tapi tidak difungsikan secara baik. Dan kalau alatnya mengalami gangguan, mestinya harus di tindaklanjuti untuk diperbaiki," jelasnya.

Dia berharap, Pemkot Ambon bisa terus memantau dan melakukan pengawasan di setiap tempat usaha seperti resto dan hotel yang memiliki tapping box untuk mengamanatkan Peraturan Walikota (Perwali) 41 tahun 2020 tentang pembayaran dan pemungutan pajak daerah, dan retribusi daerah secara online, baik untuk pajak restoran, hotel, dan hiburan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved