Breaking News:

Kasus Repo Bank Maluku

Terlibat Kasus Repo Obligasi Bank Maluku, Thenu Dituntut 10 Tahun Penjara & Denda 1 Miliar

Jaksa menilai, perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 2 Jo Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Mantan Direktur kepatuhan Bank Maluku dan Maluku Utara, Izaack Thenu dituntut pidana penjara selama 10 tahun.

Terdakwa terlibat dalam dugaan kasus korupsi Repo Obligasi Bank Maluku dan Maluku Utara senilai Rp 229 Miliar.

“Memohon majelis hakim menuntut terdakwa Izaack Thenu dengan pidana penjara selama 10 tahun penjara. Terdakwa dituntut membayar denda sebesar Rp 1 Milliar subsider 6 bulan kurungan,” kata tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Youchen Ahmadali dalam sidang virtual di Pengadilan Tindak pidana korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (11/6/2021) sore.

Thenu dituntut uang pengganti sebesar Rp 9,8 Miliar subsider enam bulan.

Jaksa menilai, perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 2 Jo Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo padal 55 ke-1 KUHPidana.

Berbeda dengan Thenu, Terdakwa Idris Rollobesy dituntut 18,6 tahun penjara dan membayar denda  Rp 1 Miliar subside enam bulan kurungan.

Ditambah dengan membayar uang pengganti sebesar Rp 229 Miliar subsider 4 tahun 6 bulan penjara.

Kasus ini sendiri bermula saat PT Bank Maluku dan Maluku Utara memiliki rencana target penerbitan dan pe

Baca juga: Kasus Repo Obligasi Bank Maluku, Rolobessy Dituntut 18 Tahun Penjara

Baca juga: Sempat Dibatasi, Jatah Penjualan Sapi dari Maluku Tengah ke Luar Maluku Kembali Normal

njualan obligasi jumbo dengan PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas sebesar Rp 300 Miliar.

Penawaran itu disetujui tanpa mengajukan permintaan penilaian harga tanah dan bangunan kepada Kantor Jasa Peni­laian Publik (KJPP) maupun penilaian appraisal yang berwewenang dan tanpa adanya negosiasi.

Bank Maluku lalu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam ben­tuk tiga seri.

Yakni seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013.

Seri B senilia Rp 10 miliar, telah dilunasi pada 2015.

Namun, ditemukan adanya transaksi penjualan dan pembelian surat-surat hutang pada Kantor Pusat PT. BPDM sebesar Rp 238,5 miliar. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved