Breaking News:

Maluku Terkini

Sempat Dibatasi, Jatah Penjualan Sapi dari Maluku Tengah ke Luar Maluku Kembali Normal

Dia mengakui sempat penjualan sapi keluar Maluku ditahan sementara oleh Dinas Pertanian Provinsi Maluku lantaran stok sapi di Ambon sempat berkurang. 

TribunAmbon.com/ Lukman Mukadar
Syakir Latuconsina Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Maluku Tengah. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Maluku Tengah memastikan jatah penjualan sapi dari Seram Utara Raya ke luar Provinsi tidak lagi dikurangi. 

Hal itu ditegaskan  Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Maluku Tengah, Syakir Latuconsina kepada media di Masohi, Jumat (11/6/2021). 

"Jatah jual ke luar Maluku itu dari tahun 2020 dan 2021 tetap masih sama yakni sebanyak 1200 ekor Sapi per tahun," kata Latuconsina. 

Dia mengakui sempat penjualan sapi keluar Maluku ditahan sementara oleh Dinas Pertanian Provinsi Maluku lantaran stok sapi di Ambon sempat berkurang. 

Namun kata Syakir, pembatasan itu sudah tidak lagi dilakukan pasca ada pertemuan yang dilakukan dengan pengepul ternak sapi jual asal Serut Kobi dan Seti di Ambon bersama Dinas Kabupaten, Kota Ambon dan Dinas Provinsi. 

"Sempat ada pembicaraan memenuhi kebutuhan di Ambon. Kalau dari Maluku Tengah tetap dengan jatah 1200 ekor ke luar Maluku untuk tiap tahun," jelasnya. 

Dari pertemuan itu, pengepul memastikan menyanggupi penyediaan pasokan sapi untuk Kota Ambon. Yakni, maksimal 15 ekor sapi dijual ke Ambon setiap bulannya.

Baca juga: Jumlah Vaksin ODGJ Ambon Belum Pasti, KTU : Disesuaikan dengan Pasien yang Datang

Baca juga: Tipawael Rugi Besar dan Sempat Mengira Ratusan Ikan Mati Akibat Limbah PLTD, Ini Penjelasan PLN

Lanjutnya, menurunnya penjualan sapi beberapa waktu lalu cukup berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Sehingga jika ada masalah soal penjualan peternakan akan menjadi atensi bagi Dinas untuk menyelesaikan secara cepat.

"Kalau terkait masalah seperti ini tetap menjadi atensi kita untuk menyelesaikan," tutupnya.

Sebelumnya diketahui, peternak dan pedagang sapi asal Kobisonta, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi dan Seti Kabupaten Maluku Tengah mengeluh penjualan sapi ternak sempat menurun karena kebijakan pembatasan penjualan sapi ke luar Provinsi Maluku.

“Sangat berpengaruh, ini bisa turun 50 persen, biasanya banyak. Ini akibat kami tidak diizinkan menjual sapi ke luar provinsi, kami siap-siap gulung tikar sudah,” kata salah satu pedagang sapi di Kobisonta, Sabtu (5/6/2021) pekan lalu. (*)

Penulis: Lukman Mukadar
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved