Breaking News:

Kasus Repo Bank Maluku

Kasus Repo Obligasi Bank Maluku, Rolobessy Dituntut 18 Tahun Penjara

Mantan direktur utama Bank Maluku dan Maluku Utara ini juga dituntut membayar denda  Rp 1 Miliar subside enam bulan kurungan.

TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Terdakwa Dugaan korupsi Repo Bank Maluku, Idris Rollobesy dituntut 18,6 tahun penjara oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Youchen Ahmadali.

Mantan direktur utama Bank Maluku dan Maluku Utara ini juga dituntut membayar denda  Rp 1 Miliar subside enam bulan kurungan.

“Memohon majelis hakim menuntut terdakwa Idris Rolobessy dengan pidana penjara selama 18 tahun 6 bulan penjara. Terdakwa dituntut membayar denda sebesar Rp 1 Milliar subsider 6 bulan kurungan,” kata JPU dalam sidang virtual di Pengadilan Tindak pidana korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (11/6/2021) sore.

Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 229 Miliar subsider 4 tahun 6 bulan penjara.

Jaksa menilai, perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 2 Jo Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo padal 55 ke-1 KUHPidana.

Sebelum membacakan amar tuntutannya, Jaksa mempertimbangkan terdakwa berlaku sopan selama persidangan dan tidak berbelit-belit.

Namun, perbuatan terdakwa tidak membantu program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Baca juga: DPRD Teruskan Berkas Usulan PAW Wellem Wattimena ke Gubernur

Baca juga: Tiga Warga Namlea - Pulau Buru Ditangkap, Diduga Sindikat Pemalsuan Surat Rapid Antigen

Kasus ini sendiri bermula saat PT Bank Maluku dan Maluku Utara memiliki rencana target penerbitan dan penjualan obligasi jumbo dengan PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas sebesar Rp 300 Miliar.

Penawaran itu disetujui tanpa mengajukan permintaan penilaian harga tanah dan bangunan kepada Kantor Jasa Peni­laian Publik (KJPP) maupun penilaian appraisal yang berwewenang dan tanpa adanya negosiasi.

Bank Maluku lalu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam ben­tuk tiga seri.

Yakni seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013.

Seri B senilia Rp 10 miliar, telah dilunasi pada 2015.

Namun, ditemukan adanya transaksi penjualan dan pembelian surat-surat hutang pada Kantor Pusat PT. BPDM sebesar Rp 238,5 miliar. (*)

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Fandi Wattimena
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved