Breaking News:

Nasional

Usia 6-18 Tahun Sumbangkan 9,6 Persen Covid-19, Satgas: Hati-hati Buka Sekolah

Ia mengingatkan bahwa usia anak antara 6-18 tahun menyumbangkan kasus Covid-19 sekitar hampir 10 persen.

Lukman Mukaddar
SMP Negeri 2 Masohi melaksanakan ujian sekolah secara tatap muka, Senin (19/4/2021). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta agar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas betul-betul dilaksanakan secara hati-hati dan terbatas.

Ia mengingatkan bahwa usia anak antara 6-18 tahun menyumbangkan kasus Covid-19 sekitar hampir 10 persen.

"Berdasarkan data kasus, usia antara 6-18 tahun menyumbang 9,6 persen kasus positif dan 0,6 persen pada kematian nasional," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (9/6/2021).

"Maka dari itu penting untuk diingat kesempatan pembukaan sektor pendidikan ini harus dijaga stabilitasnya secara hati-hati dan terbatas," tuturnya.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, kata Wiku, siswa yang boleh hadir dalam pembelajaran tatap muka dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas ruang kelas.

Selanjutnya, PTM hanya boleh digelar selama 2 hari dalam seminggu, dan setiap pertemuan dibatasi maksimal 2 jam.

Harus dipastikan pula setiap pihak yang terlibat pembelajaran tatap muka dalam kondisi sehat. "Seluruh guru yang ikut dalam pembelajaran tatap muka juga harus sudah divaksin dan dipastikan tidak memiliki penyakit komorbid," ujar Wiku.

Baca juga: Kemenkes: Vaksin Covid-19 Pfizer Tiba di Indonesia Pertengahan Juli

Wiku mengatakan, opsi menghadirkan anak dalam pembelajaran tatap muka berada di tangan orang tua. Ia menyebut, keselamatan anak adalah hal utama.

"Dan pemerintah memastikan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas ini dilakukan dengan tetap mengupayakan kesehatan keselamatan dan keamanan dari peserta didik," kata dia.

Adapun sekolah tatap muka rencananya mulai digelar pada Juli mendatang. Sebelumnya Wiku menyampaikan bahwa pembukaan sektor pendidikan akan dilakukan secara bertahap.

Pembukaan tersebut juga disesuaikan dengan kesiapan masing-masing daerah.

"Perlu diingat bahwa pembukaan sektor pendidikan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing daerah," kata Wiku dalam keterangan pers virtual yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (4/6/2021).

Dia melanjutkan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah meluncurkan panduan penyelenggaraan pembelajaran bagi pendidikan anak usia dini di masa pandemi, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tengah pandemi Covid-19.

Panduan ini merupakan alat bantu bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD, pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam memudahkan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas.

(Kompas.com / Fitria Chusna Farisa / Dani Prabowo)

Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved