Breaking News:

Global

Junta Myanmar Minta Dokter Internasional Hentikan Aktivitasnya

Junta militer Myanmar meminta sukarelawan dokter internasional dari Doctors Without Borders (MSF) untuk menghentikan aktivitas mereka di wilayah selat

(STR/AFP)
Para tenaga medis dan pelajar ikut berdemo menentang kudeta Myanmar sejak subuh di Mandalay, pada Minggu (21/3/2021). 

NAYPYIDAW, TRIBUNAMBON.COM – Junta militer Myanmar meminta sukarelawan dokter internasional dari Doctors Without Borders (MSF) untuk menghentikan aktivitas mereka di wilayah selatan.

Akibatnya, MSF memperingatkan adanya konsekuensi yang mengancam jiwa bagi ribuan pasien HIV dan TBC di Myanmar.

MSF telah menerima surat dari otoritas regional yang meminta mereka untuk menghentikan semua kegiatan di tenggara Dawei.

Melansir AFP, Rabu (9/6/2021), MSF telah menyediakan perawatan HIV selama lebih dari dua dekade di sana.

"Menangguhkan kegiatan MSF dapat mengancam jiwa banyak pasien kami pada saat layanan publik tetap sangat terganggu," kata MSF dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

Sejak militer menggulingkan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan melakukan kudeta pada 1 Februari, hampir semua rumah sakit umum ditutup.

Banyak dokter di Myanmar bergabung dalam aksi pemogokan sipil besar-besaran dan membuat sistem perawatan kesehatan lumpuh.

MSF menambahkan, pihaknya telah menghubungi pihak berwenang untuk meninjau keputusan tersebut.

Mereka mennambahkan, penyetopan kegiatan akan berdampak pada 2.162 orang pengidap HIV dan penerima pengobatan antiretroviral di kota tersebut.

Baca juga: 400 Ekor Ikan Mati Mendadak di Teluk Ambon, Tipawael Merugi Jutaan Rupiah

Badan amal itu juga memperingatkan risiko penularan penyakit lebih lanjut, termasuk TBC.

Halaman
12
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved