Breaking News:

Maluku Terkini

Penumpang KM.Ngapulu yang Hendak Bawa 50 Kilo Merkuri ke Surabaya Ditangkap, Terancam 5 Tahun Bui

Seorang penumpang kapal KM.Ngapulu berinisial AS kedapatan membawa 50 kilogram cairan merkuri.

Polres Ambon
Seorang penumpang kapal KM.Ngapulu berinisial AS kedapatan membawa 50 kilogram cairan merkuri. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Seorang penumpang kapal KM.Ngapulu berinisial AS kedapatan membawa 50 kilogram cairan merkuri.

Kasubbag Humas Polresta Ambon, Izaac Leatemia mengatakan, dia terancam dipenjara selama 5 tahun. 

"Dia telah ditetapkan sebagai tersangka, dan terancamhukuman 5 tahun penjara," kata Leatemia, Minggu (6/6/2021) malam.

Atas perbuatannya itu, dia dijerat Pasal 158 Jo 161 UU RI No 3 Tahun 2020 atas UU RI No 6 Tahun 2009 tentang pertambangan, mineral dan batu bara, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp.100 Milyar.

Leatemia melanjutkan, barang bukti berupa 50 kilogram cairan perak tersebut akan dikirim ke Puslabfor Makassar untuk diperiksa.

"Merkuri itu dibawa ke Ambon lewat kapal cepat dari SBB," ujarnya.

Baca juga: Ketua DPD Partai Golkar Buru, Rum Soplestuny Dukung Tambang Gunung Botak Dibuka Secepatnya

Baca juga: Jaksa Terima Uang Rp. 81 Juta, Hasil Korupsi Anggaran BBM Truk Pengangkut Sampah di DLHP Ambon

Leatemia menuturkan, merkuri idisimpan dalam dua kardus itu dibawa menuju desa Hitu, lalu ke STAIN sebelum diantarkan kepada AS di Pelabuhan Yos Sudarso.

AS rencananya akan menjual merkuri tersebut di Surabaya seharga Rp.600 ribu. Setelah sebelumnya, dia membeli dari saudaranya dengan harga Rp.350 ribu per kilo.

AS diamankan polisi di Pelabuhan Yos Sudarso saat akan berangkat menggunakan kapal KM.Ngapulu menuju Surabaya, Kamis (3/6/2021) lalu. (*)

Penulis: Muh Ridwan H Tuasamu
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved