Breaking News:

Pemalsuan Rapid Tes

Polisi di Ambon Cegat Jurnalis Saat Ambil Gambar Reka Ulang Pemalsuan Surat GeNose di Bandara

Aparat Dirkrimum Polda Maluku membatasi belasan jurnalis yang ingin mengambil gambar proses reka ulang kasus.

Fandi Wattimena
Aparat Dirkrimum Polda Maluku membatasi belasan jurnalis yang ingin mengambil gambar proses reka ulang kasus yang melibatkan dua petugas Angkasa Pura Support di Lantai II Bandara Pattimura, Kamis (3/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Reka ulang kasus pemalsuan surat hasil negatif GeNose di Bandara Pattimura Ambon dilakukan secara tertutup.

Aparat Ditreskrimum Polda Maluku membatasi belasan jurnalis yang ingin mengambil gambar proses reka ulang kasus yang melibatkan dua petugas Angkasa Pura Support.

Reka ulang kasus yang dipimpin Kabag Wasidik Ditreskrimum Polda Maluku, AKBP Adolf Bormasa itu mulai digelar sekitar pukul 17.00 Wit di Lantai II Bandara Pattimura.

Menghadirkan petugas Angkasa Pura Support yang telah berstatus tersangka serta saksi yang juga petugas bandara.

Baca juga: Dirkrimum Polda Maluku Harap Kasus Surat Rapid Antigen & GeNose Palsu Tak Terulang

Baca juga: Nakes Hingga Pegawai Angkasa Pura Terlibat Pemalsuan Surat Rapid Antigen dan GeNose Palsu di Ambon

Dari pantauaan TribunAmbon.com, hingga pukul 17.30 Wit masih dilakukan reka ulang.

Hadir menyaksikan adegan tersebut, Manajemen Angkasa Pura I Ambon dan Angkasa Pura Suports.

Sementara itu, para jurnalis hanya bisa merekam kegiatan tersebut dari kejauhan.

Beberapa jurnalis diantaranya mengeluhkan pembatasan yang dilakukan aparat kepolisian.

Mereka mengaku tidak mengetahui pasti alasan tidak diperbolehkannya jurnalis merekam reka ulang tersebut.

Halaman
12
Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved