Breaking News:

Global

Narapidana India Pilih Tetap di Penjara, Takut Kena Covid-19 Jika Bebas

Negara terpadat kedua di dunia itu telah terpukul virus corona pada Mei, dengan jumlah kematian harian mencapai ribuan.

Editor: Adjeng Hatalea
(AFP PHOTO/SAM PANTHAKY)
Narapidana yang mengenakan masker menghadiri peluncuran 'Radio Penjara' di Penjara Pusat Sabarmati di Ahmedabad India pada 2 Oktober 2020. 

NEW DELHI, TRIBUNAMBON.COM - Narapidana India menolak pembebasan bersyarat akibat pandemi dari penjara di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu.

Mereka menyatakan merasa lebih terlindungi dari pandemi Covid-19 di balik jeruji besi.

Negara terpadat kedua di dunia itu telah terpukul virus corona pada Mei, dengan jumlah kematian harian mencapai ribuan.

Kenyataan suram di luar jeruji telah membuat beberapa narapidana bergantung pada sel mereka yang dinilai relatif aman.

New York Post mewartakan pada Senin (31/5/2021), pandangan itu membuat 21 penghuni penjara baru-baru ini menolak pembebasan sementara yang diberikan untuk mengurangi kepadatan di sel.

Salah satu narapidana tersebut, menurut Indian Express, adalah Ashish Kumar.

Dia adalah mantan guru yang menjalani hukuman enam tahun di penjara Meerut, karena mendorong istrinya untuk bunuh diri. “Kami telah mengirimkan permintaannya (untuk tetap tinggal) kepada pemerintah untuk disetujui.

Kami telah menerima persetujuan. Artinya Ashish Kumar akan tetap berada di penjara sampai menyelesaikan hukumannya,” kata pengawas senior fasilitas itu, BP Pandey, kepada outlet tersebut.

Dari 43 narapidana di penjara Meerut yang ditawarkan pembebasan bersyarat sementara selama delapan minggu, Kumar adalah satu-satunya yang menolak.

Tetapi 20 narapidana lainnya, yang tersebar di delapan fasilitas lain di negara bagian Uttar Pradesh, India, juga memilih untuk tetap tinggal di sel, menurut laporan Press Trust of India.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved