Breaking News:

Trotoar City of Music

Tukang Becak Korban Trotoar City of Music Habiskan 200 Ribu untuk Jahit Luka Sobek di Kepala

Nahas nasib Reymond Pattiasina, korban licinnya Trotoar City of Music ini harus dilarikan ke Rumah Sakit GPM Sumber Hidup untuk mendapat pertolongan m

TribunAmbon.com/Fandi
AMBON: Reymond Pattiasina, korban dengan luka jahitan di kepala akibat terpelanting di Trotoar City of Music, Senin (31/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Nahas nasib Reymond Pattiasina, korban licinnya Trotoar City of Music ini harus dilarikan ke Rumah Sakit GPM Sumber Hidup untuk mendapat pertolongan medis.

Reymond mengalami luka sobek di bagian belakang kepala akibat benturan keras setelah terpeleset saat melintasi jalur pedestrian tepat di depan Kantor PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku, Minggu (30/5/2021) sore sekitar pukul 17.20 WIT.

AMBON: Tangkapan layar dari video amatir, seorang warga terpleset di Trotoar City of Music di depan Kantor PT. PLN UIW Maluku dan Maluku Utara.
AMBON: Tangkapan layar dari video amatir, seorang warga terpleset di Trotoar City of Music di depan Kantor PT. PLN UIW Maluku dan Maluku Utara. (ISTIMEWA)

Tenaga medis memberikan tiga jahitan untuk menutup luka sobekan.

Kepada TribunAmbon.com, pria yang setiap harinya menggantungkan hidup dengan mengayuh becak ini mengaku terpaksa mengeluarkan biaya perawatan sebesar Rp 200 ribu.

Angka yang cukup menguras isi kantong.

Baca juga: Trotoar City of Music Kembali Makan Korban, Kepala Patiasina Dapat Tiga Jahitan

Jauh dibandingkan dengan hasil mengayuh becak seharian.

“Musim hujan bagini, biasanya cuman Rp 40 ribu,” kata Reymond saat ditemui di Jl. Diponegoro, Senin (31/5/2021) siang.

Pria paruh baya ini pun terpaksa tetap bekerja meski luka nya belum sembuh.

AMBON: Bagian kepala warga,  alami luka setelah terpeleset di trotoar City of Music, Senin (31/5/2021).
AMBON: Bagian kepala warga, alami luka setelah terpeleset di trotoar City of Music, Senin (31/5/2021). (TribunAmbon.com/Fandi)

“Mesti tetap kerja, kalau tidak mau makan apa,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, Reymond mengalami traumatik dan takut melintasi badan trotoar yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 700 Miliar itu.

“Khawatir juga kalau lewat pas hujan,” cetunya.
Sebelumnya, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menghimbau warga untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur pejalan kaki itu, mengingat saat ini tengah musim penghujan.

Dia pun berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera menyelesaikan tahapan akhir pengerjaan trotoar itu agar tidak lagi lagi licin sesuai informasi yang keluarkan PUPR. (*)

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved