Breaking News:

Pemalsuan Rapid Tes

Nakes Hingga Pegawai Angkasa Pura Terlibat Pemalsuan Surat Rapid Antigen dan GeNose Palsu di Ambon

Pelaku bisnis surat keterangan rapid tes antigen dan GeNose palsu di Kota Ambon telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Salama Picalouhata
Sumber: Humas Polda Maluku
Travel yang menjadi tempat pemalsuan surat Rapid Antigen dan Genose palsu 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pelaku bisnis surat keterangan rapid tes antigen dan GeNose palsu di Kota Ambon telah ditetapkan sebagai tersangka, Jumat (28/5/2021) malam.

Mereka yakni R (49), H (34), S (40), R (26) dan M (38) serta seorang perempuan berinsiial H (40).

Dari hasil penyidikan diketahui, para tersangka berlatar belakang profesi yang berbeda.

Baca juga: Polisi Tangkap Enam Warga di Ambon, Diduga Sindikat Pemalsuan Surat Rapid Antigen dan Genose

Baca juga: Pelaku Pemalsuan Surat Rapid Antigen dan Genose di Ambon Telah Bersatus Tersangka

Yaitu, H yang adalah tenaga kesehatan dan berstatus sebagai PNS di sebuah Puskesmas di Kota Ambon.

Kemudian R dan M yang bekerja sebagai pegawai PT Angkasa Pura I Ambon.

“Jadi dari enam ini ada satu orang kesehatan dia PNS di Puskesmas, inisialnya H (40),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno saat memberikan keterangan pers di kantor Polda Maluku, Jumat sore (28/5/2021).

"Untuk R ini dia pegawai Angkasa Pura dan M ini dia di juga pegawai di bandara Pattimura tapi di bagian troli,” tambahnya.

Sedangkan dua pelaku lainnya yakni R (49) dan H (34) merupakan pegawai travel di Jalan AY Patty Ambon dan S (40) merupakan karyawan rental komputer.

Dia menjelaskan, dari hasil penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, diantaranya uang tunai Rp 14.7000.000, satu unit laptop, tiga unit komputer, sebuah printer dan sebuah cap stempel.

Sementara itu, modus yang dijalankan, yakni dengan cara menawari warga yang membeli tiket pesawat untuk mendapatkan surat rapid antigen dan GeNose tanpa mengikuti tes.

“Modus operandinya apabila ada masyarakat yang memesan tiket di travel tersebut, maka kemudian ditawarkan ke masyarakat untuk mendapatkan surat keterangan rapid antigen maupun GeNose tanpa melalui tes, ini modusnya,” terangnya.

Lanjutnya, untuk surat rapid test antigen dipatok Rp 200 ribu sedangkan tes GeNose dibandrol Rp 50.000.

Diketahui, kegiatan mereka telah dilakukan sejak sebulan terakhir. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved