Breaking News:

Kasus Penjualan Senpi

Jadi Kepala Keluarga, 4 Warga Maluku Penjual Senpi ke KKB Papua Minta Keringanan Hukuman

Empat terdakwa kasus penjualan senjata api (senpi) ke Papua meminta keringanan hukuman dari Majelis Hakim.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Proses sidang perdana 6 terdakwa kasus penjualan senpi ke Papua di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (7/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Empat terdakwa kasus penjualan senjata api (senpi) ke Papua meminta keringanan hukuman dari Majelis Hakim.

Permintaan keringanan hukuman itu diajukan dengan pertimbangan keempat terdakwa merupakan Kepala Keluarga yang harus menafkahi anggota keluarga masing-masing.

Keempat terdakwa itu yakni, Sahrul Nurdin, Ridwan Tahalua, Handri Mursalim, dan Andi Tanan.

“Memohon kepada Majelis Hakim untuk meringankan ke empat terdakwa karena para terdakwa merupakan kepala keluarga yang bertugas menafkahi kehidupan keluarga masing-masing,” kata Penasihat Hukum para terdakwa, Victor Tala di Pengadilan Negeri, Ambon, Kamis (27/5/2021).

Dia menyampaikan, para terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka.

Baca juga: Dua Polisi yang Jual Senpi ke KKB Papua Dituntut 10 Tahun Bui, Ternyata Juga Pernah Terlibat Narkoba

“Memohon kepada majelis, ke empat terdakwa selama persidangan tidak berbelit-belit dan ke empatnya telah memberikan keterangan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi perbuatan apabila telah menyelesaikan masalah hukumannya,” tambahnya.

Sebelumnya, keempat terdakwa dituntut bervariasi oleh Jaksa penuntut umum (JPU), Eko Nugroho.

Dimana terdakwa Sahrul Nurdin dituntut pidana penjara selama 12 tahun.

Sedangkan terdakwa Ridwan Tahalua, terdakwa Handri Mursalim, dan terdakwa Andi tanan masing-masing selama 8 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Sahrul selama 12 tahun penjara, terdakwa San Herman, terdakwa Muhammad Rommy masing-masing selama 10 tahun penjara, terdakwa Ridwan Tahalua, terdakwa Handri Mursalim, dan terdakwa Andi tanan masing-masing selama 8 tahun penjara dikurangi selama para terdakwa berada dalam masa penahanan,” kata JPU di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (19/5/2021) pagi.

JPU menyatakan, keempat terdakwa bersama-sama dengan dua anggota POLRI lainnya yakni San Herman dan Muhammad Rommy telah melakukan tindak pidana secara bersama-sama sebagai yang melakukan atau turut serta melakukan dengan sengaja menerima menyerahkan, membawa, menguasai, menyimpan, menyembunyikan, mempergunakan senjata api dan amunisi tanpa hak.

Dia melanjutkan, keenam terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dan diancam pidana dalam pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang mengubah "Ordonnantie Tijdelikke Bijzondere Strafbepalingen" (STBL. 1948 No. 17) jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP pasal 338 Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Usai mendengar pembelaan terdakwa, Majelis hakim memutuskan untuk menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda tuntutan.

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved