Breaking News:

Maluku Terkini

Sempat Dihadang Keluarga Penambang, Polres Buru Musnahkan Puluhan Rakit PETI

Polres Buru memusnahkan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih beroperasi.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi Papalia
Sejumlah barang milik PETI di Gunung Botak dimusnahkan dengan cara dibakar, Senin (24/5/2021) kemarin. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Polres Buru memusnahkan sejumlah rakit Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih beroperasi.

Penertiban PETI ini dilakukan di sejumlah desa di Gunung Botak, Desa Persiapan Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Senin (24/5/2021) kemarin.

Paur Humas Polres Pulau Buru Aipda MYS Djamaluddin,mengatakan pemusnahan ini sebagai langkah tegas polisi untuk mencegah kegiatan penambangan emas ilegal.

"Kemarin, kami melakukan penertiban penambang emas ilegal di gunung botak," ujar Djamaluddin kepada TribunAmbon.com, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (25/5/2021) pagi.

Baca juga: Daftar Wilayah yang Bisa Menyaksikan Gerhana Bulan Total, Maluku kecuali Kep. Aru Pukul 18.44.37 WIT

Baca juga: Dishub Luncurkan Jaringan Trayek Angkutan Umum di Masohi

Kata dia, dari razia yang dilakukan tenda dan barang-barang milik penambang yang dimusnahkan dengan cara dibakar.

"Saat kita datang para pelaku kabur duluan, dan rakit serta mesin yang ditinggalkan kita lakukan pemusnahan," tutr djamaluddin.

Di melanjutkan, pihaknya sempat dihadang sejumlah masyarakat di lokasi tambang gunung botak.

"Memang betul di Desa Dava itu, telah terjadi penghadangan kepolisian oleh sekelompok orang, mereka tidak terima, adanya saudara-saudara mereka yang diamankan," ujarnya.

Menurutnya, setelah melakukan penertiban, aparat kepolisian juga mengamankan sejumlah PETI.

Kemudian, dalam perjalanan pulang, mereka dihadang oleh masyarakat, dengan menggunakan kayu.

15 orang yang ditahan berhasil melarikan diri.

"Sudah dilakukan penahanan terhadap 15 orang, tapi karena ada penghadangan, jadi konsentrasi kita ke masyarakat, sehingga 15 orang tersebut berhasil melarikan diri," jelasnya.

Djamaluddin mengatakan, saat ini dua orang, diduga sebagai provokator sudah diamankan di Polres Pulau Buru.

Sekitar 30 personil kepolisian, yang melakukan penyisiran di tambang Ilegal Gunung Botak, dan dipimpin langsung oleh Kasat Intel Iptu Sirilius Atajalim, Kasat Reskrim Iptu Dwi Handri Azhari dan Kasat Samapta Iptu Richard Soplanit. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved