Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Dugaan Korupsi DD Desa Skikilale Rp 749 Juta, Tak Ada Aliran Dana ke Pemilik Toko Dan Kabag PMD Buru

Keduanya telah diperiksa sebagai saksi dan tidak ditemukan adanya aliran dana apapun.

TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Kasi Barang Bukti, Prasetya Djati 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru menyebut tidak ada aliran dana hasil korupsi dana desa Skikilale, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru ke Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Buru berinisial SN dan Pemilik toko berinisial LR.

Demikian disampaikan Kasi Barang Bukti (BB), Prasetya Djaty Nugraha kepada TribunAmbon.com, saat diwawancarai di kantor Kejari Buru, Rabu (19/5/2021) siang.

Dirinya menyebut, pihaknya telah memeriksa keduanya guna mengumpulkan bukti.

"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pengelolaan Alokasi Dana Desa / Dana Desa (ADD/DD), di Desa Skikilale," ujar Kasi Barang Bukti (BB), Prasetya Djaty Nugraha kepada TribunAmbon.com, saat diwawancarai di kantor Kejari Buru, Rabu (19/5/2021) siang.

Baca juga: Haru Biru Isak Tangis Keluarga Sambut Kedatangan Jenazah Praka Angkotasan di Negeri Pelauw

Baca juga: Target Satu Juta, Pelaksanaan Vaksinasi di Maluku Baru Capai 50.000 Orang

Dia menjelaskan, keterlibatan SM hanya sebatas mengevaluasi secara administrasi, terkait laporan pertanggungjawaban, yang dibuat oleh Desa Skikilale.

Kemudian, LR hanya menyediakan bahan bangunan, diduga terjadi penggelembungan anggaran.

Dan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya aliran dana apapun.

Pemeriksaan yang dilakukan selama lebih dari dua jam itu, kedua saksi dicecar 12 pertanyaan oleh Jaksa.

“Mereka berdua dicecar 12 pertanyaan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pejabat Kepala Desa Skikilale, Sebly Latuperissa sudah ditetapkan sebagai tersangka, kasus korupsi Dana Desa pada Tahun 2019, dengan kerugian negara ditaksir mencapai lebih dari Rp 749 juta. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved