Breaking News:

Nasional

Jokowi Akui Tracing dan Treatment dalam Penanganan Covid-19 Lemah

Presiden Joko Widodo mengatakan, proses tracing atau pelacakan kontak dekat pasien Covid-19 di Indonesia masih menjadi kelemahan dalam penanganan Covi

Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy/ Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berdialog dengan nelayan di Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, Kamis (25/3/2021). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Presiden Joko Widodo mengatakan, proses tracing atau pelacakan kontak dekat pasien Covid-19 di Indonesia masih menjadi kelemahan dalam penanganan Covid-19.

Selain itu, treatment atau perawatan pasien Covid-19 pun menjadi kelemahan penanganan pandemi.

"Ini kelemahan kita ada di sini di nomor dua ini, di tracing. Baru ke perawatan, di treatment.

Saya kira saudara-saudara tahu mengenai ini," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).

Presiden menjelaskan, apabila ada satu orang positif Covid-19, maka harus dilacak orang-orang lainnya yang melakukan kontak dengannya selama lebih dari 15 menit dengan jarak kurang dari 1 meter.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, badan kesehatan dunia atau WHO sudah menyampaikan bahwa testing menjadi salah satu indikator penting pengendalian pandemi Covid-19.

Testing juga merupakan salah satu poin respons pemangku kepentingan dalam menangani pandemi.

Sementara itu, hingga saat ini penularan Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Hal ini terlihat dari penambahan pasien Covid-19 sebanyak 4.185 orang pada Selasa (18/5/2021).

Sehingga, jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia kini mencapai 1.748.230 orang.

(Kompas.com / Dian Erika Nugraheny / Diamanty Meiliana)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved