Breaking News:

Melkiades Minta Pemerintah Jelaskan Penyebab Pria di Jakarta Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca

Melki berharap penjelasan tersebut dapat disampaikan secara transparan kepada publik agar masyarakat tenang dalam mengikuti program vaksinasi.

Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Kompas.com
Vaksin AstraZeneca(flickr) 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melkiades Laka Lena meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan penjelasan mendalam terkait adanya kematian seorang pria di Jakarta usai disuntik vaksin AstraZeneca.

Melki berharap penjelasan tersebut dapat disampaikan secara transparan kepada publik agar masyarakat tenang dalam mengikuti program vaksinasi.

“Segara dicari penyebabnya, disampaikan, ditelusuri, dipastikan betul penyebab kematian dari pria tersebut yang menggunakan vaksin AstraZeneca ini, dan segara disampaikan kepada publik apa yang terjadi,” kata Melkiades kepada wartawan, Senin (10/5/2021).

Menurut Melki, dalam rapat-rapat di DPR bersama Kemenkes dan BPOM, Komisi IX DPR RI selalu mendorong pemerintah untuk hati-hati dalam memastikan keamanan Vaksin AstraZeneca.

"Untuk betul-betul sangat berhati-hati dalam memastikan penggunaan AstraZenaca di Tanah Air karena melihat perkembangan di berbagai belahan dunia yang lain,” ucapnya.

Menurut Melki, apabila Vaksin AstraZeneca masih memiliki masalah keamanan, maka sebaiknya pemakaian vaksin tersebut dihentikan untuk sementara waktu.

Ia tidak menginginkan ada korban lain yang meninggal apabila keamanan Vaksin AstraZeneca masih belum terjamin.

"Kalau memang barangnya ini masih bermasalah, sebaiknya juga di-hold dulu, jangan sampai lagi muncul korban-korban berikutnya yang tidak perlu yang bisa membuat masyarakat kita nanti menjadi korban karena AstraZeneca,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus berusia 22 tahun asal Buaran, Jakarta dikabarkan meninggal pada Kamis (6/5/2021) setelah disuntik vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Ia disuntik Vaksin AstraZeneca sehari sebelum meninggal dunia. Sebelum meninggal dunia, Trio sempat merasa demam setelah mendapatkan suntikan vaksin.

Kemudian, kondisinya melemah dan masih mengalami demam pada hari Kamis. Trio dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB.

Menanggapi hal itu, Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari mengatakan, pihaknya belum mendapatkan cukup bukti untuk mengaitkan meninggalnya pemuda asal Jakarta dengan vaksinasi Covid-19.

Komnas bersama Komda DKI sudah audit bersama pada Jumat yang lalu, dan internal Komnas kemarin sore menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi, Oleh karena itu masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut,” kata Hindra dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Senin (10/5/2021).

(Kompas.com / Rahel Nadra Catherine / Dani Prabowo) 

 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved