Breaking News:

Global

Serang Jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa, Polisi Israel Dikutuk Negara di Timur Tengah

Sekretaris Jenderal Jihad Islam mengatakan pada Jumat (7/5/2021) bahwa "tidak mungkin untuk mentolerir apa yang terjadi di Yerusalem, dan musuh harus

(AP PHOTO/MAHMOUD ILLEAN)
Polisi Israel menahan seorang demonstran Palestina selama bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina, di Yerusalem Timur, Jumat (7/5/2021). Warga Palestina memprotes atas ancaman penggusuran Israel terhadap puluhan warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur. 

YERUSALEM, TRIBUNAMBON.COM - Badan-badan Arab di seluruh Timur Tengah secara luas mengutuk kekerasan polisi Israel selama bentrokan dengan jemaah di Masjid Al-Aqsa pada Jumat (7/5/2021), seperti yang dilansir dari The Jerusalem Post pada Sabtu (8/5/2021). 

Gerakan Islam di Israel

Gerakan Islam di Israel mengutuk tindakan Polisi Israel dan menuntut agar mereka segera menarik pasukan dari kawasan Temple Mount tersebut, setelah bentrokan terjadi yang menyebabkan 205 warga Palestina dan 17 petugas polisi Israel luka-luka usai sholat Jumat pada bulan Ramadhan.

Gerakan tersebut menuntut keluarga Palestina untuk tetap dapat meningkatkan perjalanan ibadah ke masjid dalam beberapa hari mendatang, dan terutama pada hari ke 28 Ramadhan, yang dimulai pada Sabtu malam (8/5/2021).

Dikatakan "pendirian Israel" menanggung tanggung jawab atas hasil serangan dan provokasi baru-baru ini oleh para pemukim di lingkungan utara Sheikh Jarrah di Yerusalem.

Komite Tindak Lanjut Tinggi untuk Warga Arab Israel, sebuah organisasi ekstra-parlementer yang mewakili warga Arab-Israel, menyerukan protes di semua kota Arab melawan untuk "teror pendudukan di Yerusalem."

Sekretaris Jenderal Jihad Islam mengatakan pada Jumat (7/5/2021) bahwa "tidak mungkin untuk mentolerir apa yang terjadi di Yerusalem, dan musuh harus siap-siap dengan respons kita setiap saat."

Hamas

Pada hari yang sama, Hamas juga mengeluarkan pernyataan untuk memperingatkan Israel tentang potensi dampak dari bentrokan di Temple Mount.

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh mengirim pesan langsung kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepadanya "jangan bermain-main dengan api."

Halaman
1234
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved