Breaking News:

Maluku Terkini

Kasus Timbunan Fiktif RSUD Namrole, Kejari Terima 120 Juta Kerugian Negara

Kata dia, dalam kasus ini LA selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengembalikan uang sebanyak Rp 3.500.000.

Andi Papalia
Kepala Seksi Intelijen, Azer Jongker Orno saat diwawancarai TribunAmbon.com, di ruang kerjanya, Rabu (17/3/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, berhasil selamatkan kerugian keuangan negara senilai Rp 120 juta dalam kasus timbunan fiktif di RSUD Namrole, Buru Selatan.

"Hari ini ada pengembalian uang, dari terduga pelaku tindak pidana korupsi timbunan fiktif di RSUD Namrole Tahun 2017, berinisial LA," ujar Kasi Intel Kejari Buru, Azer Jongker Orno kepada TribunAmbon.com saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (6/5/2021) kemarin.

Kata dia, dalam kasus ini LA selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengembalikan uang sebanyak Rp 3.500.000.

Dia menjelaskan, yang bersangkutan cuman memperoleh uang sebesar Rp 3 juta lebih, oleh karena itu, dia kembalikan sesuai dengan yang diperoleh.

Kemudian, untuk kerugian dugaan korupsi tersebut, masih kurang Rp 200 juta lebih, yang belum dikembalikan oleh para terduga.

Sejauh ini sudah enam orang yang mengembalikan uang, dengan total kurang lebih Rp 120 juta, ujar Orno

Baca juga: Diperiksa 6 Jam, Sekda Bursel Dicecar 26 Pertanyaan

Baca juga: Kejari Buru Amankan 10 Kendaraan Dinas, 36 Unit Lainnya Belum Terlacak

LA saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerja Kasi Intel Kejari Buru, mengatakan bahwa dirinya yang kena imbas dari perbuatan orang lain.

"Orang lain punya perbuatan, katong yang setengah mati," kata LA

Seperti diberitakan, kasus ini terjadi pada 2017. Saat itu, lokasi rumah sakit dijadikan penginapan peserta MTQ.

Karena cuaca ekstrem, kontraktor yang sedang melakukan penggalian selokan mengalihkan timbunannya ke rumah sakit.

Tapi, para aktor yang berperan berdalih ada hutang rumah sakit kepada kontraktor, sehingga dianggarkan dan dilakukan pencairan. 

Sejauh ini Kasus ini diperkirakan merugikan keuangan negara sebesar Rp 392 juta. (*)

Penulis: Andi Papalia
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved