Breaking News:

Maluku Terkini

Kasus Persetubuhan Anak di Namlea masuk Kejari Buru

Pelaku persetubuhan anak di bawah umur yakni, MHTP (40), pekerjaan Wiraswasta, warga Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Aparat Polres Pulau Buru menyerahkan berkas perkara tahap dua kasus persetubuhan anak di bawah umur, Jumat (7/5/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kepolisian Resort (Polres) Pulau Buru menyerahkan berkas perkara tahap dua kasus persetubuhan anak di bawah umur ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Jumat (7/5/2021).

Pelaku persetubuhan anak di bawah umur yakni, MHTP (40), pekerjaan Wiraswasta, warga Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

"Kami selaku penyidik Polres Pulau Buru, menyerahkan tersangka dan barang bukti, ke rekan-rekan kejaksaan Negeri Buru," kata Penyidik Polres Pulau Buru, Bripda M. Syafri B. Holle kepada TribunAmbon.com, saat diwawancarai di kantor Kejari Buru, Jumat (7/5/2021) siang tadi.

Berkas itu dilimpahkan setelah penyidik menyatakan berkas tersangka lengkap. Tersangka sebelumnya telah ditahan selama 115 hari di Polres Pulau Buru.

Baca juga: Souhwuat Melarikan Diri Usai Tebas Pemuda Kayu Tiga Pakai Parang

Baca juga: PDI-P Maluku Sebut video Viral Gubernur Marahi Warga Tidak Utuh

“Pelaku ini sebagai tetangga korban, karena mungkin keseringan melihat korban bermain, sehingga menimbulkan rasa nafsu untuk menyetubuhi si anak ini,” jelas Holle.

“Kemudian, terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Dan perkara ini dilaporkan oleh saksi, pada 2 Februari 2021 lalu,” imbuhnya.

Dalam perkara ini, terdapat barang bukti satu lembar baju lengan pendek berwarna merah, satu lembar celana panjang kain berwarna hitam, dan satu lembar celana dalam warna putih.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) UU RI Nomor: 17 tahun 2016, Penetapan Perpu Nomor: 1 tahun 2016, Perubahan kedua atas UU RI Nomor:  23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi UU Sebagaimana telah Dirubah dalam UU RI Nomor: 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku terancam hukuman paling lama 15 tahun penjara,” tandasnya (*)

Penulis: Andi Papalia
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved