Breaking News:

Anggota DPRD Terjerat Narkoba

Agar Publik Puas, GANN Maluku Maluku Minta Wellem Wattimena Dihukum Berat

Wellem adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Maluku yang terbukti menggunakan narkotika jenis sabu.

Courtesy / FB Wellem Zeva Wattimena
MALUKU: Kepolisian Resort Kota (Polresta) Ambon dan Pulau-Pulau Lease akhirnya menetapkan Wellem Zefah Wattimena (WZW) sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. 

Laporan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Generasi Anti Narkoba Nasional (GANN) Maluku, Hidayat Samalehu meminta pengadilan bersikap proposional dan objektif dalam penanganan kasus penyalahgunaan narkotika atas terdakwa Wellem Zefah Wattimena.

Wellem adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Maluku yang terbukti menggunakan narkotika jenis sabu.

Anggota Fraksi Demokrat itu ditangkap aparat Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polresta Pulau Ambon dan Pulau Lease setiba di Bandara Pattimura Ambon, Senin (8/3/2021) sore.

Samalehu menegaskan, sikap objektif pengadilan dalam memutuskan agar memberikan rasa kepuasan publik.

“Kami DPD GANN Maluku meminta pihak pengadilan proporsional dan objektif,” kata Samalehu kepada TribunAmbon.com, Kamis (6/5/2021) pagi.

Baca juga: Kasus Narkoba Anggota DPRD Provinsi Maluku Akhirnya Dilimpahkan ke JPU

Baca juga: Demokrat Maluku Malu, Kader Partai Anggota DPRD Terjerat Kasus Narkoba

Menurutnya, Wellem telah melanggar UU Narkotika Nomor 35 tahun 2009 dan juga telah melanggar instruksi presiden no 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika (P4GN).

Kejahatan narkoba sendiri jelasnya masuk dalam kejahatan luar biasa sehingga penegakan hukum sampai pada putusan harus proposional.

“Oleh sebab itu maka, segala bentuk kejahatan narkotika yang dilakukan oleh siapa pun termasuk Welem harus diberikan sanksi hukum yang tegas,”paparnya.

Lanjutnya, pengadilan dalam vonis hukuman juga dapat merujuk pada sidang TAT yang dilakukan BNN dengan hasil putusan Wellem tetap dihukum pidana sesuai UU Narkotika Nomor 35 pasal 127.

“Walau ruang untuk di rehab juga ada sebagaimana pasal 54 UU Narkotika. Sudah barang tentu, dalam memutuskan hakim harus mempertimbangkan hasil Tim Asesment Terpadu (TAT) dari BNN, Resnarkoba Polda Maluku, Kejati, Polresta, dan Tim Medis pada tanggal 22/03/2021 tersebut,” ujarnya.

“Kami meminta Hukum harus ditegakan dengan sebenar-benarnya dan seadilnya-adilnya agar memberikan rasa kepercayaan publik terhadap penegak hukum,” imbuhnya. (*)

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved