Breaking News:

Nasional

Wapres Ingatkan Masyarakat Banyak Beramal pada 10 Hari Terakhir Ramadhan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan masyarakat untuk terus banyak beramal, terutama pada 10 hari terakhir Ramadhan. Salah satu amalan yang bisa di

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Wakil Presiden terpilih Maruf Amin di Kantor MUI pusat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan masyarakat untuk terus banyak beramal, terutama pada 10 hari terakhir Ramadhan. Salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah dengan wakaf.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf dalam unggahan Instagram-nya, Rabu (5/5/2021) "Pada 10 hari terakhir Ramadhan, saya ingin menyampaikan pesan bahwa banyak amalan yang sangat baik yang bisa dikerjakan," tulis Ma'ruf dalam caption video yang diunggahnya.

Ma'ruf mengatakan, bagi umat Muslim, ada sedekah yang wajib dan ada yang sunah.

Pada Ramadhan ini, yang wajib dilakukan yakni beramal dengan zakat, sedangkan sunnah yang salah satu bisa dilakukan adalah wakaf. Jika melihat masa Rasulullah SAW, kata dia, hampir semua sahabatnya berwakaf karena nilai manfaatnya besar dalam membangun kesejahteraan masyarakat, kebaikan, dan kemakmuran.

Baca juga: Vaksinasi Massal, Tuharea : 12 Ribu Orang Ambon Sudah Di Vaksin AstraZeneca

Baca juga: Kapolres Maluku Tengah; Tidak Ada Konvoi Malam Takbiran 

"Banyak yang berpikir bahwa wakaf itu sebatas benda tak bergerak berupa tanah. Itu pun masih terbatas pada 3 M (masjid, madrasah, makam).

Nah, sekarang pemerintah sedang mengembangkan dan melakukan transformasi wakaf, terutama pengembangan wakaf uang, wakaf nuqud," tulis Ma'ruf.

Maruf mengatakan, pada tahun 2002 Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah membuat fatwa diperbolehkannya wakaf uang.

Menurut dia, pengembangan wakaf uang memiliki fleksibilitas karena bisa diinvestasikan dan diportfolio di berbagai usaha pengembangan.

Bisa juga semacam SUKUK yaitu Surat Berharga Syariah Negara.

"Pemerintah sekarang ini sedang berupaya untuk memfasilitasi dan mendorong supaya wakaf uang yang diharapkan menjadi dana abadi umat yang bisa membiayai kegiatan dakwah, sosial, dan pendidikan," kata dia.

Menurut Ma'ruf, hal itu pula yang membuat pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU). Namun, dalam program tersebut, kata dia, pemerintah hanya menjadi fasilitator.

Sebab, pemerintah hanya ingin mendorong supaya potensi masyarakat lewat wakaf tersebut bisa dikembangkan. Kemudian, seluruh manfaatnya juga akan dikembalikan kepada masyarakat.

(Kompas.com / Deti Mega Purnamasari / Icha Rastika)

Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved