Breaking News:

Larangan Mudik 2021

Berlaku 6-17 Mei 2021, Kapal Penumpang dilarang beroperasi di Malra

Bupati Maluku Tenggara (Malra), M Thaher Hanubun mengintruksikan larangan operasional kapal laut mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Penulis: Henrik Toatubun | Editor: Adjeng Hatalea
Berlaku 6-17 Mei 2021, Kapal Penumpang dilarang beroperasi di Malra
TribunAmbon.com/Henrik
MALUKU: Aktivitas pelayaran di Pelabuhan Watdek, Maluku Tenggara, Rabu (5/5/2021).

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Henrik Toatubun.

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Maluku Tenggara (Malra), M Thaher Hanubun mengintruksikan larangan operasional kapal laut mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Larangan ini menindak lanjuti Surat Edaran (SE) Gubernur Maluku Nomor; 451-56 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Ramadan di Provinsi Maluku, Bupati Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun keluarkan surat edaran peniadaan mudik.

Dalam SE Bupati Malra terdapat 17 instruksi disampaikan Hanubun .

Salah satunya adalah aturan operasi transportasi laut, khusunya aktivitas kapal penumpang di Malra.

"Sarana transportasi laut khusus penumpang dilarang beroperasi mulai tanggal 6-17 Mei 2021. Namun ada pengecualian untuk beberapa perjalanan" kata Hanubun dalam surat edaran itu.

Baca juga: Hari Terakhir Program Rapid Test Antigen Gratis Bagi Pemudik Sepi Pengunjung

Pengecualian tersebut antara lain, kapal penumpang yang rutin untuk pelayaran lokal di Malra diperbolehkan, tetapi dengan ketentuan persyaratan yang berlaku.

"Kapal penumpang dapat beroperasi untuk mengangkut barang logistik yang meliputi barang pokok dan peralatan medis, obat-obatan serta barang esensi lainnya," lanjut Hanubun.Selain itu, kapal penumpang yang melayani transportasi khusus bagi TNI, POLRI, ASN dan tenaga medis yang melakukan tugas.

Namun, tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Dia menerangkan, khusus untuk perjalanan rutin dengan moda transportasi laut untuk pelayaran dalam wilayah Malra, tidak diwajibkan menunjukan surat hasil tes RT-PCR/ rapid test antigen/ tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

Namun, akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satgas Covid-19 setempat.

Apabila tes acak bagi pelaku perjalanan menunjukan hasil positif, maka pelaku perjalanan tersebut akan dirujuk ke tempat isolasi yang telah ditunjuk oleh Satgas Covid-19 dengan biaya sendiri.

Satgas Covid-19 Malra dan instansi terkait bersama-sama akan melakukan pengawasan selama penyelenggaraan operasional transportasi umum.

Apabila pelaku perjalanan tidak disiplin dan melanggar aturan, maka akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved