Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Ajukan Penangguhan Penahanan, Ketua Granat Siap Jadi Penjamin Pengusaha Ferry Tanaya

Kuasa hukum Ferry Tanaya, Henry Yosodiningrat, mengatakan pihaknya mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

Youtube
Ketua Granat, Henry Yosodiningrat. 

TRIBUNAMBON.COM - Kuasa hukum Ferry Tanaya, Henry Yosodiningrat, mengatakan pihaknya mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

Hal tersebut disampaikan langsung saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (4/5/2021).

"Memohon kepada majelis hakim perihal permohonan penangguhan penahanan atau jenis penahanan kepada terdakwa Ferry Tanaya," kata Yosodiningrat.

Yosodiningrat menjamin terdakwa akan koperatif dalam persidangan. Bahkan, dia berani mempertaruhkan kredibilitas dan nama baiknya.

"Kami jamin terdakwa tidak akan lari, tidak akan menghilangkan bukti. Kami akan menghadirkan terdakwa setiap saat, kami pertaruhkan kredibilitas dan nama kami selama 40 tahun," janjinya.

Kemarin, Ferry Tanaya menjalani sidang dakwaan secara virtual, di Pengadilan Negeri Ambon.

Terdakwa kasus tindak pidana korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kabupaten Buru itu didakwa pasal berlapis.

Baca juga: Syahbandar Pelabuhan Amahai Akan Bangun Posko Penyekatan di Dua Lokasi

Baca juga: Rumah Tak Berpenghuni Disulap Jadi Walang Belajar Negeri Ema

Baca juga: Berani Bawa Sabu ke Rutan Ambon, Dua Residivis Dituntut 8 Tahun Penjara

Baca juga: Pemprov Maluku Berikan Rapid Test Antigen Gratis Bagi Pemudik Kurang Mampu

Yakni pasal 2 dan pasal 3 UU nomor 31 tahun 2009 tentang tipikor sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam sidang itu, Jaksa penuntut umum (JPU) Achmad Attamimi membeberkan kronologis dugaan korupsi terhadap keduanya.

Attamimi menjelaskan, kedua terdakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan penjualan tanah yang merupakan bekas hak erfpacht sebagaimana tertuang dalam surat metbrief nomor 54 sesuai akte erfpacht nomor 19 tanggal 9 April 1932 seluas 644.000 m2.

Halaman
12
Editor: Salama Picalouhata
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved