Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Terdakwa Kasus PLTG Namlea Ferry Tanaya Ajukan Permohonan Penangguhan Penahanan

Pengusaha Ferry Tanaya mengajukan penangguhan penahanan saat persidangan berlangsung.

Tanita Pattiasina
Proses persidangan kasus PLTMG Namlea di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (4/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pengusaha Ferry Tanaya mengajukan penangguhan penahanan.

Hal tersebut disampaikan langsung Penasihat Hukum terdakwa, Henry Yosodiningrat saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (4/5/2021) siang.

"Memohon kepada majelis hakim perihal permohonan penangguhan penahanan atau jenis penahanan kepada terdakwa Ferry Tanaya," kata Yosodiningrat.

Baca juga: Pelabuhan Ferry Galala Terapkan Aturan Baru, Sejumlah Penumpang Gagal Berangkat

Baca juga: Tak Ditemui Anggota DPRD Maluku Tengah, Massa Rusak Fasilitas Kantor dan Nyaris Baku Hantam

Alasan penangguha  penahan tersebut lantaran keluarga terdakwa bertempat tinggal di Jakarta.

"Terdakwa dan keluarga minta penangguhan atau pengalihan jenis penahanan," lanjutnya.

Yosodiningrat menjamin terdakwa akan koperatif dalam persidangan.

"Kami jamin terdakwa tidak akan lari, tidak akan menghilangkan bukti. Kami akan menghadirkan terdakwa setiap saat, kami pertaruhkan kredibilitas dan nama kami selama 40 tahun," janjinya.

Usai mendengar permohonan itu, Majelis Hakim yang dipimpin Pasti Tarigan cs lalu menerima dan mempertimbangkannya.

Terdakwa Ferry Tanaya terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi (tipikor) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kabupaten Buru.

Kasus tersebut merugikan negara sebesar Rp 6. 081.722.922 (*)

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved