Breaking News:

Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak

Pelaku yang Menghina Awak KRI Nanggala Jadi Tersangka, Mengaku Akun FB Dikloning Orang Lain

Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terkait kasus ujaran kebencian soal awak KRI Nanggala 402 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Editor: sinatrya tyas puspita
Tangkap layar kanal YouTube Tribunnews Sultra Official
Tangkap layar video yang mengulas kasus yang menjerat pria berinisial A yang diduga melakukan ujaran kebencian terharap awak KRI Nanggala-402. 

TRIBUNAMBON.COM - Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terkait kasus ujaran kebencian kepada awak korban insiden tenggelamnya KRI Nanggala 402 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Diketahui pria berinisial A resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus ini.

Ia sebelumnya diperiksa di Pangkalan TNI Angkatan Laut atau Lanal Kendari, Kamis (29/04/2021) untuk memberikan klarifikasinya.

Kemudian, pria asal Kabupaten Konawe itu diserahkan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) untuk diperiksa lebih lanjut.

Polda Sultra menetapkan A sebagai tersangka lantaran diduga memberi komentar tak senonoh terkait gugurnya awak KRI Nanggala 402.

Tak hanya menyinggung awak kapal selam yang gugur tersebut, A melalui akun Facebook diduga memberi komentar tak pantas terhadap para istri personel TNI AL yang meninggal dunia tersebut.

Baca juga: Nurhadi Dildo Ditangkap Polisi, Komentar Tak Senonoh soal KRI Nanggala-402, Ngaku Cuma Bercanda

Kasubbid Pemnas Bid Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, mengatakan, A dijerat Undang-Undang Informasi Transaksi Eletronik (ITE) tentang ujaran kebencian.

“Untuk jeratan terhadap diduga pelaku itu adalah Undang Undang ITE, ujaran kebencian,” kata Kompol Dolfi dikonfirmasi melalui panggilan telepon, Kamis (29/4/2021) malam.

Dolfi menjelaskan, diduga pelaku ditetapkan jadi tersangka setelah rangkaian pemeriksaan.

Secara rinci, telah diperiksa 3 orang saksi dan seorang ahli bahasa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved