Breaking News:

Nasional

Moeldoko: Akses Kesehatan Jiwa Masih Terbatas, Baru Ada 51 RSJ

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, ketersediaan akses dan mutu sumber daya kesehatan jiwa di Indonesia masih terbatas.

Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, ketersediaan akses dan mutu sumber daya kesehatan jiwa di Indonesia masih terbatas.

Dia mengungkapkan, pada 2019 baru ada 51 rumah sakit jiwa (RSJ) di Indonesia.

"Yang berarti rasio tempat tidur untuk rawat inap hanya 3,3-4 per 100.000 penduduk. Di luar RSJ, baru 32,5 persen RSU yang menyediakan poliklinik jiwa," ujar Moeldoko dikutip dari siaran pers Kantor Staf Presiden, Jumat (30/4/2021).

"Ketersediaan akses dan mutu sumber daya kesehatan jiwa di Indonesia masih terbatas. Pada intinya, kami menyadari bahwa diperlukan kerja bersama lintas sektor untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut,” lanjutnya.

Oleh karenanya, Moeldoko mendorong kontribusi ikatan profesi dan mitra non-pemerintah seperti Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dalam melakukan upaya-upaya percepatan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia.

Baca juga: Warga Kota Ambon yang Melintas di Jl. A.Y Patty Dapat Takjil Gratis

Baca juga: Terdakwa Kasus Status Sindiran Di facebook Akhirnya Divonis 4 Bulan Penjara

Selain itu, dia menekankan agar penguatan implementasi UU Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa juga perlu dikawal bersama-sama.

“Termasuk dalam hal penyusunan peraturan turunan UU tersebut dan pelaksanaan amanat UU, di antaranya yang krusial adalah pembentukan pusat penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan teknologi Kesehatan Jiwa,” tutur Moeldoko.

Secara umum, Moeldoko menegaskan bahwa peningkatan perlindungan kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, merupakan salah satu strategi Presiden Joko Widodo untuk dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Untuk itu, sudah menjadi fokus pemerintah untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan, termasuk kesehatan jiwa.

"Hal ini juga sesuai dengan arahan presiden, terutama akibat adanya pandemi Covid-19 yang mana sudah seharusnya pelayanan kesehatan jiwa masyarakat dapat lebih mendapat perhatian, karena situasi pandemi tidaklah mudah bagi kita semua," tutur Moeldoko.

Lebih lanjut, Moeldoko mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membangun RSJ di enam provinsi.

Menurut Moeldoko, ketiadaan RSJ di enam provinsi itu menghambat penanganan pada korban pelanggaran HAM yang mengalami depresi berat.

(Kompas.com / Dian Erika Nugraheny / Krisiandi)

Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved