Breaking News:

Kasus PLTG Namlea

Terlibat Kasus Korupsi, Ferry Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa Segera Disidangkan

Kasus korupsi PLTMG 10 MV Tahun Anggaran 2016 di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku telah dilimpahkan.

Editor: Salama Picalouhata
Courtesy/ Kejati Maluku
Sidang putusan praperadilan Ferry Tanaya, di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (1/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pengusaha Ferry Tanaya dan Mantan Kasi Pengukuran BPN kabupaten Buru, Abdul Gafur Laitupa segera menjalani persidangan.

Kasus korupsi PLTMG 10 MV Tahun Anggaran 2016 di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ambon, kemarin.

"Hari ini, tim jaksa penuntut umum melimpahkan berkas perkara tindak pidana korupsi (tipikor) PLTG Namlea ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Ambon," kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada TribunAmbon.com melalui pesan singkat di WhatsApp, Rabu (28/4/2021).

Sidang putusan praperadilan Ferry Tanaya, di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (1/3/2021).
Sidang putusan praperadilan Ferry Tanaya, di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (1/3/2021). (Courtesy/ Kejati Maluku)

Pelimpahan tersebut meliputi Berita Acara Pemerikaan (BAP), beberapa barang bukti, serta dakwaan yang menjerat para tersangka.

Kini, Jaksa Penuntut Umum tinggal menunggu penetapan penunjukan susunan hakim dan jadwal sidang perdana akan digelar. "Untuk agendanya akan pembacaan surat dakwaan," ucap dia.

Pelimpahan berkas ke pengadilan itu setelah kasus tersebut telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru.

Saat ini, kedua tersangka sementara menjalani penahanan di Rutan Ambon selama 20 hari.

Seperti diberitakan, kasus PLTG Namlea merugikan keuangan negara sebesar Rp 6.081.722.920.

Kasus ini telah dilakukan dua kali penyidikan oleh Kejaksaan.

Tersangka Ferry Tanaya pun telah mengajukan praperadilan terkait penetapannya sebagai tersangka dua kali.

Praperadilan kedua langsung ditolak Pengadilan Negeri Ambon. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved