Breaking News:

Korupsi Dana Desa

Kades Skikilale Korupsi Dana Desa untuk Bayar Kebiasaan Mabuk-mabukan Suami

SL, Pejabat Kepala Desa Skikilale, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru menyalahgunakan uang dana desa untuk kebiasaan mabuk-mabukan suaminya.

TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Kejari Buru, Muhtadi saat melakukan konferensi pers di kantor Kejari Buru, Namlea, Kabupaten Buru, Rabu (28/4/2021). 

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – SL, Pejabat Kepala Desa Skikilale, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru menyalahgunakan uang dana desa untuk kebiasaan mabuk-mabukan suaminya.

Dia akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Dana Desa pada Tahun 2019 dengan kerugian negara ditaksir mencapai lebih dari Rp 749 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Muhtadi mengatakan perempuan itu menghabiskan uang hasil korupsi karena kebiasaan mabuk suaminya.

"Berdasarkan laporan warga yang kami terima, suaminya ini suka minum-minum. Biasanya kalau minum, semua sakunya penuh uang," ujar dia di Kantor Kejari Buru, Rabu (28/4/2021) siang.

Baca juga: Terlibat Kasus Korupsi, Ferry Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa Segera Disidangkan

Baca juga: Kronologi Pengusaha Ferry Tanaya Jadi Tersangka Korupsi: Gara-gara Jual Tanahnya ke PLN Maluku

Muhtadi melanjutkan, pihaknya akan mendalami laporan warga itu.

Dia menceritakan, SL tidak memberikan tidak memberikan jawaban apapun terkait laporan warga asaat diperiksa.

"Informasi yang beredar di masyarakat seperti itu, soal suaminya mabuk-mabukan belum kita dalami. Hanya saja saat kita memberikan pertanyaan seputar itu, yang bersangkutan cuman bisa menangis dan menjawab tidak tahu," ujar Muhtadi.

Diketahui, anggaran dana desa pada Tahun 2019, Desa Skikilale mendapatkan senilai Rp. 2,2 miliar.

Dana itu dicairkan dalam tiga tahap, dan berdasarkan hasil perhitungan sementara, jumlah kerugian keuangan negara Rp 749 juta lebih.

Atas perbuatan tersangka, dia terancam Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor, dengan pidana penjara  minimal 4-20 tahun, dan denda paling sedikit Rp 200 juta sampai Rp 1 miliar. (*)

Editor: Salama Picalouhata
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved