Breaking News:

Hutan Adat Sabuai

Lama Ditangani Gakkum LHK Wilayah Maluku Papua, Jaksa Ambil Alih Kasus Hutan Adat Sabuai

Kejaksaan mengambil alih penyidikan tambahan lantaran ada kendala dalam kasus ilegal logging itu.

TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Perwakilan masywarakat adat Negeri Sabuai, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku serta Aliansi Mahasiswa Welyhata Maluku mengadakan aksi protes di depan kantor DPRD Provinsi Maluku Senin (26/01/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Penyidikan kasus illegal logging atau pembalakan liar di Hutan Sabuai, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur terus berlanjut.

Saat ini, kasus tersebut diambil alih penyidik Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur (Kejari SBT) dari penyidik PPNS Satgas Gakum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Maluku Papua.

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rorogo Zega di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (26/4/2021).

Baca juga: Warga Namlea dan Masohi Dilarang Mudik, Umasugi dan Tuasikal Bakal Tutup Jalur

Baca juga: Murad Perbolehkan Mudik, ASDP Ambon Hanya Layani Logistik dan Hentikan  Sementara Penjualan Tiket

Dia mengatakan, pihaknya mengambil alih penyidikan tambahan lantaran ada kendala dalam kasus ilegal logging itu.

“Saat ini tengah dilakukan penyidikan tambahan dan bila sudah lengkap bisa dilimpahkan ke pengadilan," kata dia.

Dia menjelaskan, penyidik akan melakukan penyidikan tambahan selama 20 hari dan diperpanjang lagi 30 hari.

Batas penyidikan tambahan itu berlangsung hingga 14 mei 2021 mendatang.

Dugaan penyerobotan hutan yang dilakukan CV SBM di Desa Sabuai naik status ke tahap penyidikan tahun lalu.

Kasusnya sempat tertunda karena setengah dari barang bukti (BB) hilang.

Halaman
12
Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved